Selebrita

Perubahan Rating Sinetron BHSI Setelah Haico VDV dan Rangga Azof Gabung, Nyaris Geser PuPa

Imbas Haico Van Der Veken dan Rangga Azof, rating Sinetron Buku Harian Seorang Istri alami perubahan. Sinetron Putri Untuk Pangeran Verrell Bramasta?

Penulis: Danti Ayu Sekarini | Editor: Murhan
instagram @haico.vdv
Haico Van der Veken dan Rangga Azof 

Seperti yang diketahui, Buku Harian Seorang merupakan sinetron Indonesia produksi SinemArt yang ditayangkan perdana pada 12 Januari 2021 pukul 18.20 WIB di SCTV.

Sinetron ini disutradarai oleh Maruli Ara dan dibintangi oleh Zoe Abbas Jackson, Antonio Blanco Jr, Hana Saraswati, Cinta Brian, dan masih banyak artis lainnya.

Buku Harian Seorang Istri mengisahkan tentang Nana ( Zoe Jackson ) yang terpaksa menikah dengan Dewa Buana (Cinta Brian) karena permintaan Wawan (Umar Lubis), sang ayah.

Namun pernikahan mereka tidak berjalan mulus seperti yang diidam-idamkan Nana.

Dewa terpaksa menuruti keinginan Wawan karena tidak mau dipenjara karena telah menabrak Wawan.

Kehidupan keseharian Nana hidup berumah tangga tersiksa tanpa adanya rasa cinta diantara mereka berdua.

Sementara Dewa yang sejak semula mencintai Alya (Hana Saraswati) dan berencana menikah tetapi terhalang restu mamanya, Farah (Dian Nitami) akhirnya tetap menjalin hubungan dengan Alya.

Namun seiring berjalannya waktu perlahan Dewa pun mulai jatuh jati pada Nana hingga kini keduanya telah dikaruniai buah hati.

Baca juga: Keadaan Warung Teras Muzdalifah Kini Terungkap, Lihat Postingan Istri Fadel Islami Itu

Baca juga: Datangi Rumah Sakit untuk Cek Hasil USG, Luna Maya Kaget Fakta Soal Kehamilan Coconut Jabrig

Cara Menghitung Rating

Di tengah kencangnya arus digitalisasi media hiburan di Indonesia dan dunia, televisi ternyata masih mempunyai daya tarik tersendiri untuk menjadi tempat beriklan.l

Program-program baru terus bermunculan di stasiun televisi tanah air, mereka berlomba untuk membuat program terbaik demi mengejar rating yang nantinya akan menarik minat para pemilik merek untuk beriklan di program besutan mereka.

Walau belanja iklan televisi masih terhitung tinggi sampai saat ini, sayangnya banyak pengiklan belum diuntungkan dengan sistem monitoring yang ada.

"Memang mereka akan mendapat laporan bukti tayang dalam bentuk rekaman, tapi sayangya hal tersebut tidak memberikan insight yang memadai tentang iklan mereka, misal apakah konsumen yang menonton iklan mereka sudah sesuai dengan target?," kata CEO Inrate, Hartana di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Inrate menyadari hal tersebut dan hadir untuk mengisi celah informasi yang terjadi selama ini antara pengiklan, agency, dan stasiun televisi.

Memanfaatkan teknologi big data yang mutakhir dan didukung jaringan luas PT. Telkom Indonesia, Inrate menjanjikan data analitik yang lebih presisi dan targeted.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved