Breaking News

FMIPA ULM

FMIPA ULM Tuan Rumah Seminar ICWEB Terkait Potensi Lahan Basah di Kalsel

Seminar internasional mengenai lahan basah di Kalsel diadakan FMIPA ULM merupakan suatu ajang dan momen bertukar informasi antara peneliti.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Alpri Widianjono
FMIPA ULM
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA ULM) menggelar seminar ICWEB tentang lahan basah di Kalimantan Selatan, Sabtu (23/10/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA ULM) menggelar The 2nd International Conference on Tropical Wetland Biodiversity and Conservation (ICWEB), Sabtu (23/10/2021).

Tema yang diangkat, Enhancing Education and Research in Tropical Wetland Biodiversity and Conservation for Better Development. 

Koordinator Program Studi Biologi FMIPA ULM, Gunawan, mengatakan, seminar internasional ini merupakan suatu ajang dan momen bertukar informasi antara peneliti nasional dan internasional tentang pengelolaan lahan basah di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Seperti diketahui, Kalsel memiliki luasan lahan gambut yang luas dan belum dimanfaatkan secara maksimal," katanya. 

Melalui seminar ini ada pertukaran informasi tentang penelitian terkait lahan basah di Kalsel khususnya dan Indonesia secara umum. 

Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA ULM) dalam seminar ICWEB tentang lahan basah di Kalimantan Selatan, Sabtu (23/10/2021).
Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA ULM) dalam seminar ICWEB tentang lahan basah di Kalimantan Selatan, Sabtu (23/10/2021). (FMIPA ULM)

Lahan basah, ungkap Gunawan, memiliki banyak potensi, di antaranya hewan, tumbuhan serta mikroba. 

Bila semua bisa di dokumentasikan dengan baik, dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan manusia.

Misalnya untuk tumbuhan bisa di jadikan obat dan mikroba dapat digunakan untuk menyuburkan lahan gambut untuk proses mempercepat pertumbuhan tanaman. 

Ditambahkan Ketua Panitia Pelaksana yang juga dosen FMIPA ULM,  Anni Nurliani, seminar ini diikuti oleh 161 peserta dari empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, India dan Belanda. 

Ini merupakan seminar internasional kedua yang kali ini menggagas tema meningkatkan pendidikan dan penelitian khususnya di bidang lahan basah.

Suasana seminar ICWEB tentang lahan basah di Kalimantan Selatan yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA ULM), Sabtu (23/10/2021).
Suasana seminar ICWEB tentang lahan basah di Kalimantan Selatan digelar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat (FMIPA ULM), Sabtu (23/10/2021). (FMIPA ULM)

"Lahan basah ini bila digali, banyak yang bisa diambil, terutama keanekaragaman hayatinya. Dan keanekaragaman hayati yang ada di sini, berbeda dengan di daerah lain, seperti spesies lainnya," ucapnya.

Dalam seminar ini bekerja sama dengan sembilan mitra, di antaranya Hokkaido University, The University of New Castle, LIPI, Universitas Gadjah Mada, Universitas Palangkaraya, BKSDA Kalsel, Balittra, BPTP dan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia.

Selain diikuti 161 orang, ada pula 89 presenter yang mempresentasikan hasil penelitiannya di bidang lahan basah maupun spesies hewan, termasuk kura-kura kepala semangka atau Callagur Borneoensis. 

"Ini adalah salah satu yang kami teliti dan presentasikan, karena kura-kura semangka ini statusnya kritis (terancam punah)," jelas Anni memaparkan kegiatan, Minggu (24/10/2021). 

Saat ini yang ada di Yayasan Sahabat Bekantan ada empat ekor. Masih, saat ini juga mengkaji tentan perbedaan antara jantan dan betina. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved