Berita Batola
Berantas Buta Aksara, Rutan Marabahan Ajarkan Warga Binaan Baca Tulis
Guna berantas buta aksara terhadap Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Marabahan ajarkan baca tulis.
Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Guna berantas buta aksara terhadap Warga Binaan Permasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Marabahan ajarkan baca tulis.
Program ini dijalankan selama tiga bulan ke depan secara intensif, dengan target WBP sudah bisa baca tulis.
Disampaikan Andi Gunawan, Karutan Marabahan, pembelajaran berlangsung di perpustakaan rutan dengan guru pengajar dari staf Subseksi Pelayanan Tahanan Pembina Kepribadian secara bergantian.
"Pembelajaran buta aksara ini diikuti sekitar 16 warga binaan. Mereka antusias, meskipun banyak yang sudah berumur," ungkap Andi.Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Rumah Ratu Beauty Clinic Banjarmasin Hadirkan PICO Laser Termutakhir Dunia
Baca juga: Pencurian di Kotabaru, Tim Macan Bamega Ringkus Pelaku Spesialis Pencuri Uang Kotak Amal Masjid
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Bandara Internasional Syamsudin Noor Berikan Harga Spesial RT PCR Rp280 Ribu
Andi pun menceritakan, tercetusnya program baru ini ketika dirinya mengetahui bahwa ada warga binaan yang masih tidak bisa baca tulis atau buta aksara.
"Sekitar sebulan yang lalu, saat ujian dasar pengetahuan agama Islam di masjid, ada 16 warga binaan yang tidak bisa baca tulis, sejak saat itulah saya upayakan program khusus berantas buta aksara dan huruf Alquran kepada mereka ini," bebernya.
Untuk pembelajaran buta aksara ini dilaksanakan setiap hari, mulai dari pukul 08.30 hingga 10.00 Wita. Selanjutnya mereka akan mengikuti pembinaan kerohanian islam di masjid majelis rutan.
Sementara waktu, mereka yang mengikuti pembelajaran baca tulis ini belum dimasukkan dalam program sekolah paket yang bekerjasama dengan SKB Batola.
Abdi mengungkapkan, pembelajaran untuk menuntaskan buta aksara di rutan dianggap sangat perlu. Dengan harapan tidak ada lagi buta aksara di lingkungan rutan.
"Semoga dengan adanya program ini, tidak ada lagi yang tidak bisa baca tulis. Kemudian ketika mereka bebas nanti sudah bisa baca tulis sebagai bekal," harapnya. Pungkas Andi.
(banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/warga-binaan-rutan-marabahan-ikuti-pembelajaran-baca-tulis-di-ruang-perpustakaan.jpg)