Ekonomi dan Bisnis
Jelang Akhir 2021, Sektor PMDM dan PMA Menggairahkan Iklim Investasi di Kalsel
Data DPMPTSP Kalsel, investasi kilang minyak di Kabupaten Kotabaru dari Uni Emirat Arab Rp 5 triliun, PT JAR 2 triliun, Tiongkok kurang Rp 1 triliun.
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Investasi di Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak. Malah ada yang baru beroperasi dan punya investasi triliunan rupiah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Nafarin, Selasa (26/10/2021) untuk investasi ini dapat dibagi antara investor Penanaman Modal Asing (PMA) dan sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dijelaskan Nafarin, untuk PMA semisal investasi kilang minyak di Kabupaten Kotabaru dari Uni Emirat Arab senilai Rp 5 triliun. "Proyek ini saat ini masih proses pembebasan lahan," katanya.
Selain itu, di sektor PMA juga ada PMA, lainnya senilai Rp 3 triliun, yakni pengembangan smelter di Kabupaten Kotabaru milik PT Silo Grup. "Kalau Silo Ini tetap jalan," sebutnya.
Baca juga: Harga Ayam dan Ikan Melambung, Bisnis Katering Kelimpungan Sesuaikan Harga
Baca juga: Daging Sapi Segar Stabil Rp130 Ribu Perkilogram, Hero Supermarket Sediakan Sapi Premium Galesia Beef
Bahkan di Kabupaten Kotabaru juga ada mulai penjajakan dari Qinfa Mining Industri untuk pengembangan batu bara dan turunannya. "Perusahaan ini dari Tiongkok, nilai investasinya tak sampai Rp 1 triliun," sebut Nafarin.
Selain PMA, di sektor PMDN, ada terbaru yang masuk dan juga menggairahkan iklim investasi dan baru saja diresmikan Presiden RI Joko Widodo yakni peresmian Jhonlin Agro Raya (JAR).
"Dari catatan investasi, di PT JAR ini Investasinya sekitar Rp 2 triliun," sebut Nafarin.
Selain PT JAR, di sektor PDMDN. juga ada perusahaan Pelsart tambang kencana di Kotabaru.
"Ini kegiatannya tambang emas, di Kotabaru. Investasinya belum ditaksir namun sudah ada masuk dan jalan," sebut Nafarin.

Dia berharap, beberapa investasi baik PMA dan PMDN itu lancar dan terus menambah catatan sektor investasi yang kian bertambah.
Sambil menunggu akhir tahun dan menatap 2022, ada beberapa strategi yang diambil dan dilakukan oleh DPMPTSP Kalsel, guna memantapkan investasi di Kalsel.
"Pertama soal promosi investasi Kalsel melalui forum investasi tetap digenjot, melalui tatap muka mampu media sosial dan virtual. Selain itu, juga DPMPTSP juga akan mengoptimalkan program Kemitraan antara 16 Perusahaan besar dengan UMKM sesuai dengan core bisnis masing-masing, dari kementerian investasi, " bener Nafarin.
Bukan berhenti di situ juga, ini juga sambil dijalankan, pemantauan Kerjasama dengan program Bank Indoensia (BI) melalui program Investor Relation Unit (IRU), Regional Investor Relation Unit (RIRU), Global Investor Relation Unit (GIRU).
"Ada beberapa program yang rencana dimasukkan dalam program BI IRU, RIRU dan GIRU ini. Yakni pertama soal akan adanya pembangunan pasar regional induk di Banjarmasin, Pembangunan RS jantung terintegrasi di RSUD Ulin, juga ada pembangunan RS Infeksi dan Saraf di RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, serta pembangunan pengembangan dan pembibitan lahan ternak sapi di Kabupaten Tanah Laut, " urai Nafarin.
Baca juga: Dana Bagi Hasil Sektor Mineral dan Batu Bara di Kalsel Meningkat 7 Sampai 10 Persen
Baca juga: Ekspor Udang dari Kabupaten Kotabaru Kalsel Menyasar Pasar Kawasan Asia
Sementara itu, dalam jangka menengah, DPMPTSP Kalsel, juga ada menawarkan program pembangunan jalur kereta api di Kalsel, Trans Borneo yang terkoneksi Brunei Darussalam, Malaysia, Kaltara, Kaltim, kalsel, Kalteng dan Kalbar.
"Kalau jalur kereta ini pemrakarsanya adalah pangeran Brunai, dan Ini jadi semangat karena peluangnya tinggi sebab ibu kota negara akan Pindah ke Kaltim dan ini menjanjikan untuk investor masuk," pungkas dia.
(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)