Hari Pahlawan Nasional 2021
Sosok Sultan Aji Muhammad Idris, Pahlawan Nasional dari Kalimantan Timur
Inilah sosok Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur yang bakal dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID - Empat tokoh akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.
Keempat tokoh itu berasal dari sejumlah daerah di Tanah air. Mereka adalah Sultan Aji Muhammad Idris, pejuang asal Kalimantan Timur, dan Tombolotutu tokoh asal Sulawesi Tengah.
Selain itu ada Usmar Ismail, seorang sutradara film, sastrawan, wartawan, dan pejuang Indonesia serta Raden Aria Wangsakara, pejuang sekaligus pendiri wilayah Tangerang.
Keempat tokoh ini diumumkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan sekaligus Ketua Dewan Gelar dan Tanda Kehormatan Mahfud MD.
Baca juga: Sosok Tombolotutu yang Digelari Pahlawan Nasional, Simak Juga Logo Hari Pahlawan 2021
Baca juga: Jelang Hari Pahlawan 10 November 2021, Simak Daftar Hari Penting Bulan ke-11 Tahun Masehi
Mahfud mengatakan penganugerahan Pahlawan Nasional tersebut juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2021.
Keempat tokoh terpilih itu dinilai merupakan pejuang yang menginspirasi untuk membangun Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan atau ikut berjuang untuk memajukan Indonesia sehingga kemerdekaan menjadi lebih bermakna bagi bangsa dan negara.
Dilansir dari Kompas.com, prosesi pemberian gelar pahlawan akan diberikan Presiden Jokowi tepat pada saat perayaan Hari Pahlawan, 10 November 2021.
Berikut ini sosok Sultan Aji Muhammad Idris yang merupakan Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.
Sultan Aji diketahui memerintah kesultanan ini sejak 1735 hingga tahun 1778.
Dalam riwayat perjalanan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Idris merupakan sultan pertama yang menyandang nama bernuansa Islam.
Setidaknya, sejak masuknya penyebaran agama Islam di Kesultanan Kutai Kartanegara pada abad ke-17.
Sultan Aji Muhammad Idris adalah cucu menantu dari Sultan Wajo La Madukelleng yang berangkat ke Tanah Wajo, Sulawesi Selatan.
Di Wajo, ia turut bertempur bersama rakyat Bugi melawan Veerenigde Oostindische Compagnie (VOC), kongsi dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda.
Baca juga: Hari Penting di Bulan November 2021, Mulai Hari Pahlawan hingga Jadwal Ayyamul Bidh
Baca juga: Dukung Usulan Datu Kelampaian Jadi Pahlawan Nasional, Begini Alasan Anggota DPR-RI Dapil Kalsel
Dengan gagah berani, Sultan Aji Muhammad Idris terlibat dalam penggempuran VOC. Namun, dalam pertempuran itu, Sultan Aji Muhammad Idris gugur di medan perang.
Gugurnya Sultan Aji Muhammad Idris membuat pemerintahan kesultanana kosong.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sultan-aji-muhammad-idris-pejuang-asal-kalimantan-timur.jpg)