Harbolnas November 2021
Banjir Diskon di Harbolnas 11.11 November 2021, Waspadai Penipuan Siber
Momen 11.11 menjadi hari istimewa bagi yang suka belanja online.Pada momen itu, banjir diskon akan terjadi memanjakan konsumen belanja online.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Momen 11.11 menjadi hari istimewa bagi yang suka belanja online.
Event Hari Belanja Online Nasional ( Harbolnas) 11.11 akan hadir di November 2021.
Pada momen itu, banjir diskon akan terjadi memanjakan konsumen belanja online.
Namun diingatkan pula bagi masyarakat diimbau mewaspadai aksi kejahatan siber yang bisa terjadi.
Baca juga: Paket Internet Murah Telkomsel, Kuota Khusus Belajar Online Mulai Rp 500
Baca juga: Paket Internet Murah Tri, Aktivasi Viu Berhadiah Pulsa dan Voucher Belanja
Seperti diketahui, saat Harbolnas masyarakat akan dimanjakan dengan berbagai diskon dan promo besar-besaran dari para pedagang online melalui aplikasi e-commerce. Transaksi jual beli pun berlangsung memanfaatkan channel digital.
Menurut Associate VP Information Security Blibli Ricky Setiadi, ada berbagai jenis serangan yang dilakukan oleh para peretas ketika moment festival e-commerce belanja nasional seperti 10.10 atau 11.11 berlangsung.
"Yang paling banyak diserang itu adalah social engineering. Kejahatan ini dilakukan melalui phishing email, SMS ataupun WhatsApp," ujarnya saat diskusi Bulan Inklusi Keuangan 2021 secara virtual, Senin (1/11/2021). Dilansir dari kontan.co.id.
Dia menjelaskan phishing ini nantinya mengarahkan konsumen ke suatu website yang dibuat mirip seperti platform lainnya.
"Misalnya kalau Blibli nanti websitenya itu dibuat mirip banget seperti Bl1bi atau D4na, itu kan mirip. Itu dikasih ke pengguna untuk diklik yang nantinya akan membuat pengguna rugi," jelas Ricky.
Lalu jenis serangan yang kedua adalah pengambilalihan akun atau take over akun yang membuat para pengguna platform e-commerce tidak bisa mengikuti festival belanja.
Baca juga: Promo Indomaret Periode 1-30 November 2021, Ekstra Poin Hingga 10.000 Setiap Belanja Produk Susu
Kejahatan cyber ketiga adalah bot herder. Dia menjelaskan, bot herder skemanya dikendalikan oleh satu orang yang menjalankan beberapa robot untuk melakukan tindakan kejahatan.
"Ketika ada promo fesival, mereka pakai bot herder untuk memonopoli pemesanan, para pengguna atau konsumen lain otomatis tidak bisa mendapatkan jatah kuotanya kan. Sementara masyarakat lain pun jadi curiga, jangan-jangan promonya palsu karena enggak dapat," papar Ricky.
"Efeknya apa? Efeknya reputasi dari perusahaan yang menyediakan promo itu pun jadi terganggu. Orang jadi enggak percaya lagi sama promonya," sambung Riki.
VP of Information Security DANA Andri Purnomo juga mengungkapkan hal yang sama.
Menurit Andri kejahatan yang paling banyak ditemukan dan yang paling menjadi target besar adalah account take over dan bot herder.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-belanja-online_20180221_220310.jpg)