Berita Banjarbaru

Cuaca Kurang Bersahabat, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Minta Masyarakat Waspada dan Persiapkan Diri

Pemprov Kalsel mengeluarkan surat edaran tentang antisipasi menghadapi bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, dan gelombang pasang.

Penulis: Milna Sari | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Sahbirin Noor saat diwawancarai terkait cuaca buruk dan waspada banjir di Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Curah hujan di Kalimantan Selatan dalam tiga bulan yang diprakirakan akan bersifat normal hingga di atas normal membuat Pemprov Kalsel mulai waspada.

Terpantau juga Pemprov Kalsel telah mengeluarkan surat edaran tentang antisipasi menghadapi bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang.

Terang Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Kamis (4/11/2021) pada November ini dari penjelasan BMKG Kalsel, cuaca 80 persen kurang bersahabat.

Hampir setiap hari ini ujarnya Kalsel selalu berawan.

Baca juga: Pos Siaga Darurat Banjir di Kabupaten Banjar Kemungkinan Akan Segera Ditetapkan

Baca juga: Jajaran BPBD Kabupaten Balangan Bersiap Hadapi Bencana Banjir

Karenanya tambah Paman Birin, panggilannya, ia sudah memerintahkan BPBD Kalsel untuk menyampaikan ke pemerintah daerah di 13 kabupaten kota di Kalsel untuk menyiapkan diri.

"Saya perintahkan agar menyampaikan ke daerah dan masyarakat agar waspada, persiapan jika terjadi musibah dan bencana kembali," katanya.

Terutama bencana banjir, menurut Paman Birin bencana ini yang harus diwaspadai betul mengingat Kalsel pernah mengalami banjir besar di 11 kabupaten kota selama beberapa hari.

"Kita terus berusaha untuk meminimalkan dampak dari banjir dengan tata kelola air dengan melakukan normalisasi sungai yang belum dinormalisasi. Ini yang penting untuk mengantisipasi banjir besar lagi," tambahnya.

Dengan persiapan matang Paman Birin yakin Kalsel akan lebih siap menghadapi bencana.

Sementara dalam SE yang ditandatangani Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar tersebut, gubernur meminta supaya Kepala Pelaksana BPBD kabupaten/kota se-Kalsel mengantisipasi berbagai kejadian bencana alam dan bencana lainnya yang bisa terjadi pada musim hujan di Banua.

Salah satu poin antisilasi yang diminta gubernur yakni mengaktifkan posko siaga bencana pada BPBD Kabupaten/Kota untuk melaksanakan pemantauan, pengamatan lapangan, pelaporan dan koordinasi penanganan operasional pada saat kejadian bencana.

Selain itu, dalam SE tertanggal 30 Oktober 2021 itu, gubernur mengharapkan supaya BPBD se-Kalsel menyosialisasikan dan menyebarluaskan informasi bencana dan peringatan dini yang bersumber dari BMKG.
Khususnya yang bermukim di wilayah yang risiko tinggi.

Sedangkan, bagi kabupaten/kota yang sudah berpotensi akan terjadi bencana diminta segera menetapkan status siaga darurat bencana dalam rangka mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Apabila terjadi bencana dalam penanganan agar lebih cepat, dan membentuk Satgas Posko Siaga Darurat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved