Berita HST
Jembatan Timan-Patikalain Kabupaten HST Kalsel Hancur, Warga Pun Terisolasi
Satu-satunya jembatan penghubung Timan dan Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST, putus diterjang arus deras sungai akibatkan warga terisolasi
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kali kesekian jembatan penghubung Desa Timan dan Patikalain di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, diterjang arus sungai.
Jembatan darurat yang dibangun secara gotong royong warga dengan bantuan material dari LazizMU Muhammadiyah tersebut hancur saat Minggu (8/11/2021) sekitar pukul 15.00 Wita.
Penuturan Lastri, warga Pantai Uang, Desa Patikalain, hancurnya jembatan tersebut memutus akses Patikalain-Timan.
Padahal jembatan itu satu-satunya akses warga Patikalai keluar desa atau ke kota kecamatan maupun ke ibu kota Kabupaten HST.
Baca juga: Pontensi Hujan Lebat dan Banjir di Kalsel Info dari BMKG, Ini Daftar Provinsi Rawan di November 2021
Baca juga: Pascabanjir Warga Desa Ulang Loksado Gotong-royong Bersihkan Bekas Lumpur Banjir, 3 Rumah Terendam
“Sore pukul 17.00 Wita saya mau pulang ke Pantaiuang tak bisa lewat. Terpaksa balik lagi ke Desa Haliau, tempat ngekos,” kata Lastri.
Pembina Pokdarwis Datarbunglai yang tiap hari melewati akses jalan tersebut, Reza Fahlipi, mengatakan, saat jembatan putus ketinggian air di Sungai Patikalain dan Timan yang berhulu di Kampung Papagaran sekitar 2 meter.
“Sungai Papagaran masih normal dan hanya sedikit mengalami peningkatan. Sedangkan Sungai Timan dan Patikalain aliran airnya sempit dan pendek, sehingga saat curah hujan tinggi mudah meluap,” ucapnya.
Meski ketinggian air Patikalain meningkat 2 meter, namun kata Reza tak memengaruhi Sungai Hantakan dan Sungai Benawa.
Baca juga: LazizMU Gotong Royong Bersama Warga Perbaiki Jembatan Ke-2 di Patikalain HST, Satu Hari Selesai
Baca juga: Datu Manggasang Curhat Soal Meratus Tersisa dan Dampak Bagi Pariwisata Kabupaten HST
Kecuali di wilayah hulunya terjadi peningkatan lebih 2 meter, biasanya berpengaruh ke Sungai Hantakan dan Sungai benawa yang mengalir ke Sungai Barabai. “Semoga saja hujan di wilayah hulu berhenti,” imbuhnya.
Dengan putusnya jembatan tersebut, warga sampai sekarang masih terisolasi.
“Sejak sore tadi warga dibantu relawan berupaya memperbaiki jembatan darurat yang hanyut. Kalau belum selesai, informasinya dilanjutkan besok pagi perbaikannya,” kata Reza.
(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/jembatan-hancur-di-timan-patikalai-kabupaten-hst-kalsel-minggu-07112021.jpg)