Berita HST

HST Diguyur Hujan Tiap Hari, Sungai Barabai Makin Keruh

Diguyur hujan selama dua pekan, air di sungai Barabai yang berhulu di Kecamatan Hantakan, Kabupaten HST tambah keruh

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kondisi air sungai Barabai yang keruh setelah selama hampir dua pekan diguyur hujan deras, Kamis (11/11/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Diguyur hujan selama dua pekan, ketinggian air di sungai Barabai yang berhulu di Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah sering turun naik.

Meski demikian, warna airnya kembali keruh kecokelatan. Pantauan banjarmasinpost.co.id, Kamis (11/11/2021), air sungai yang keruh diserta arus cukup deras dengan membawa material kayu dan sampah.

Kondisi air sungai yang keruh tiap kali hujan deras yang intens. Sejak Kamis pagi hingga malam ini, kondisi kota Barabai masih diguyur hujan.

Sementara indikator ketinggian air sungai yang dipasang di tepi sungai di Jalan Kamasan terlihat masih di garis hijau. Artinya, ketinggian air masih normal.

Baca juga: Banjir Kalsel, Indikator Pengukur Sungai Barabai Masih Hijau, Warga Diimbau Tetap Waspada

Baca juga: Tumpukan Sampah Sungai Barabai Dibersihkan Secara Manual, Ini Penjelasan Kasi Kedaruratan BPBD HST

Baca juga: VIDEO Sungai Barabai Pajukungan HST Tertutup Sampah Sepanjang 100 Meter, Dibersihkan Secara Manual

“Jika mencapai garis merah, itu pertanda waspada, khususnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai,”kata Budi Haryanto, Kepala Pelaksana BPBD HST

Sementara, Pihak Dinas PUPR HST sebelumnya menyatakan setelah banjir bandang Januari 2021 lalu, di wilayah atas Pegunungan Meratus terjadi longsor.

Sebagian gunung di wilayah hulu sudah terbuka atau gundul. Kondisi tersebut membuat sungai keruh sampai ke hilir, sungai Barabai. Meski demikian, sejauh ini produksi air bersih PDAM masih lancar.

“Kalau air sungai sangat keruh, pengamatan saya kadang bepengaruh juga terhadap kualitas air leding. Kadang terasa lebih banyak kaporit. Kadang juga tak begitu jernih. Tapi yang penting tidak macet atau tidak berhenti mengalir, masih bisa dimaklumi,”ungkap Husni, warga Jalan Surapati. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved