Berita Tanahlaut

Ombak Mulai Jamah Jalan yang Pernah Putus di Pagatanbesar Tala, Warga Risaukan Pasang Besar

di Desa Kurau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), sejumlah rumah warga di bantaran sungai setempat terpapar banjir rob

Tayang:
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
HAMBERAN UNTUK BPOST GROUP
Ruas jalan poros di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung, dicor semen. Ini merupakan area rawan karena langsung bersinggungan dengan air laut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Belakangan ini cuaca mulai kerap memburuk, kadang secara mendadak terjadi hujan deras berintensitas cukup tinggi hingga menyebabkan sejumlah tempat di Kalimantan Selatan (Kalsel), kebanjiran meski tak lama.

Bahkan di Desa Kurau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), sejumlah rumah warga di bantaran sungai setempat terpapar banjir rob (meluapnya air pasang laut).

Meski hal itu telah biasa dihadapi, namun tetap merisaukan warga.

Begitu pula dengan warga di Desa Pagatanbesar, Kecamatan Takisung.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tanahlaut Tetap Melandai, RSUD Hadji Boejasin Telah Nihil Pasien Corona

Baca juga: Sehari Sampah di Kabupaten Tanahlaut Capai 146 Ton, Baru Sbanyak ini yang Terangkut

Beberapa hari lalu ruas jalan poros setempat juga terpapar gelombang hingga hampir meluapi permukaan jalan.

"Waswas juga kemarin itu melihat gelombang yang membesar. Mudah-mudahan cuaca membaik hingga tahun baru nanti. Tapi biasanya bulan Desember gelombang besar," ucap Ahmad, warga setempat, Senin (15/11/2021).

Ruas jalan poros tersebut merupakan area yang terputus akibat gerusan gelombang besar saat terjadi banjir besar di Tala pada pertengahan Januari 2021 lalu.

Beruntung jalan tersebut telah ditangani oleh Dinas PUPRP Tala dan ditinggikan.

"Kemarin itu saat malam saya terus memantau kondisi jalan di lokasi yang dulu putus. Ombak air laut hampir mencapai permukaan jalan," sebut Kepala Desa Pagatanbesar, Hamberani.

Ia mengatakan setidaknya selama tiga malam air pasang laut meninggi dibanding biasanya, pukul 00.00 Wita air laut naik.

"Untungnya angin tidak kencang dan gelombang tidak besar," tandasnya.

Baca juga: Kecelakaan di Kalsel, Laka di Sungai Pantai Tewaskan Rasyid, Polres Batola Ungkap Kronologisnya

Baca juga: Adam dari Banjarbaru Juara Pertama Seduh Kopi di Pahlawan Kopi Banjarmasin, Kantongi Rp1,5 Juta

Namun yang perlu diwaspadai, lanjutnya, yakni pada bulan Desember hingga Maret 2021 mendatang.

"Karena pada bulan tersebut angin kencang datang dari arah barat atau laut sebelah barat. Ombak membesar berpotensi bakal menghantam siring jalan raya yang sudah selesai," sebutnya.

Dikatakannya saat ini siring di area badan jalan setempat yang dulu terputus sedang dilakukan penyiringan agar tak mudah tergerus terjangan gelombang.

Badan jalan tersebut juga dicor semen sepanjang 65 meter.

Dua jenis pekerjaan tersebut saat ini masih berlangsung dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Tala.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved