Harga Emas Antam

Stagnan, Harga Emas Antam Minggu, 21 November 2021 Rp 947.000 per Gramnya

Mau investasi emas. Harga Emas Antam tidak mengalami perubahan harga, per gramnya tetap Rp 947.000.

Editor: Edi Nugroho
ANTARA/GALIH PRADIPTA
Karyawan menunjukan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (18/1/2021). 

Nah, salah satu produsen emas batangan paling terpercaya di Indonesia adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau biasa disebut Antam. Dengan jumlah pasokan paling banyak, emas Antam menjadi tolok ukur pergerakan harga emas di pasar dalam negeri. 

Sebagai salah satu instrumen investasi, tentu saja emas sangat menjanjikan untuk memberi keuntungan. Hanya saja perlu dipahami bahwa emas batangan lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang. Alasannya, kenaikan harga emas biasanya tidak signifikan dari tahun ke tahun. 

Lonjakan keuntungannya pun tidak setinggi investasi dengan risiko yang lebih tinggi, seperti saham atau reksadana. Karena, investasi emas Antam paling sesuai untuk investor yang memang memilih instrumen investasi dengan risiko rendah. 

Selama pandemi Covid-19 pada 2020 lau, harga emas Antam sempat melonjak tinggi. Hal ini tentunya kabar baik bagi investor yang sudah menyimpan emas Antam sejak tahun-tahun sebelumnya. Rekor harga emas Antam tertinggi tercapai pada 7 Agustus 2020 dengan Rp 1,065 juta per gram. 

Harga emas sendiri telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020 saja, sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun tahun 2021 ini, kondisinya bisa berbeda. Peningkatan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan untuk tahun ini. Tidak ada jaminan bahwa peningkatan di 2020 akan terjadi lagi di 2021. 

Emas memang dikenal sebagai safe haven atau instrumen investasi yang nilainya diharapkan stabil ketika terjadi gejolak ekonomi. Namun perlu dipahami bahwa bila kamu berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi.

ILUSTRASI. Harga emas hari ini (20/1) di Butik Emas Antam tetap Rp 973.000 per gram.
ILUSTRASI. Harga emas hari ini (20/1) di Butik Emas Antam tetap Rp 973.000 per gram. (kontan.co.id/cafolus agus waluyo)

Lantas bagaimana cara berinvestasi emas Antam dengan aman dan menguntungkan?

1. Investasi Emas Klasik

Teknik ini adalah yang paling jamak diterapkan para investor emas batangan Antam. Investasi emas klasik maksudnya, kita membeli emas Antam saat harga cukup murah dan menjualnya kembali saat harga emas Antam sudah naik cukup tinggi. Dari sana, kita bisa mendapat margin atau selisih harga yang menguntungkan. 

Teknik ini sebenarnya tidak hanya berlaku untuk emas Antam. Prinsip 'beli saat murah dan jual saat mahal' sebenarnya berlaku untuk hampir semua jenis investasi. Dan memang teknik ini sangat efektif dalam berinvestasi emas. 

Katakanlah, kamu menyimpan emas Antam sejak 2010 lalu. Kamu membelinya dengan harga saat itu, yakni sekitar Rp 410.000 per gram. Selang 11 tahun kemudian, yakni 2021 ini, harga emas Antam sudah menanjak ke level Rp 920.000 per gram. Dengan begitu, harga emas sudah naik lebih dari 100 persen dalam kurun waktu 11 tahun. 

2. Buka Tabungan Emas Antam

Antam punya layanan bagi investor emas untuk menabung emas batangan. Bila biasanya kita menabung dengan menyetor uang, maka kali ini kita menabung dengan menyimpan emas batangan. Antam tetap menerima setoran kita dalam bentuk uang, tapi penyimpanannya dikonversikan ke dalam harga emas dalam gram saat itu. 

Misalnya, kamu menabung sebanyak 1 gram emas batangan Antam setiap bulan. Jika tabungan emas batangan kamu sudah terkumpul cukup banyak, maka kamu bisa menariknya dan mengalihkannya untuk memenuhi kebutuhan lain atau untuk dialihkan ke instrumen investasi lain seperti tanah. 

Karena sifat harga emas batangan yang cenderung stabil dan naik setiap tahun, maka emas lebih aman dari gerusan inflasi. Sehingga kamu tidak perlu khawatir nilai tabungan emas batangan kamu 'kalah' dari nilai inflasi. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved