Covid 19 Dunia
Covid-19 Dunia Hari Ini Tembus 260.238.014 Kasus, Waspada Varian B.1.1.529 Melonjak di Afrika
Kasus varian baru yang dianggap lebih menular dari sebelumnya, yakni varian B.1.1.529 di Afrika Selatan. Kasus covid-19 dunia masih tinggi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus covid-19 masih mengkhawatirkan. Ditambah melonjaknya kasus varian baru yang dianggap lebih menular dari sebelumnya, yakni varian B.1.1.529 di Afrika Selatan.
Munculnya berbagai varian baru ini menunjukkan virus corona masih menjadi ancaman serius bagi dunia. Sejumlah negara pun kini melaporkan kejadian gelombang baru covid-19, termasuk di Eropa.
Berdasarkan catatan Worldometer, Jumat (26/11/2021), kasus covid-19 dunia mencapai 260.238.014 orang dengan 5.198.235 kematian dan 235.194.098 pasien dinyatakan sembuh.
Hari ini tercatat ada 19.845.681 kasus aktif dengan rincian 99,6 persen dalam kondisi sedang dan 0,4 persen kritis atau dalam kondisi serius.
Baca juga: COVID-19 Dunia 22 November 2021, Indonesia Peringkat 21 Penambahan Kasus Corona Terbanyak
Baca juga: Update Covid-19 Dunia: 19.824.086 Kasus Aktif di Seluruh Dunia, Indonesia Urutan-14
Dari sejumlah negara yang melaporkan penambahan kasus covid-19 tertinggi, Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama.
Berikut ini lima negara dengan kasus covid-19 tertinggi di dunia, dilansir dari Kompas.com:
Amerika Serikat, dengan total 48.988.273 kasus, 38.791.784 sembuh, dan 789.520 meninggal.
India, dengan total 34.546.926 kasus, 33.967.692 sembuh, dan 466.980 meninggal.
Brazil, dengan total 22.055.238 kasus, 21.275.209 sembuh, dan 613.642 meninggal.
Inggris, dengan total 10.021.497 kasus, 8.874.965 sembuh, dan 144.433 meninggal.
Rusia, dengan total 9.468.189 kasus, 8.164.826 sembuh, dan 269.057 meninggal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang memantau varian baru dengan banyak mutasi pada protein lonjakan.
Melansir CNBC, varian baru yang disebut B.1.1.529 itu telah terdeteksi di Afrika Selatan dalam jumlah kecil.
Karenanya, WHO menjadwalkan pertemuan khusus untuk membahas varian ini dan dampaknya bagi perawatan kesehatan.
"Kami belum tahu banyak tentang ini. Apa yang kita ketahui adalah bahwa varian ini memiliki sejumlah besar mutasi," kata pimpinan teknis WHO untuk Covid-19 Dr Maria Van Kerkhove.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilustrasi-vaksinasi-yang-diperoleh-sebelumnya-menurut-penelitian-melatih-sistem-kekebalan-tubuh.jpg)