Sholat Rawatibb

Niat dan Keutamaan Qobliyah Subuh, Dilengkapi Jenis-jenis Sholat Rawatib

Selain sholat fardhu, umat Islam juga dianjurkan mengerjakan sholat sunnah rawatib. Di antaranya Qobliyah subuh dan sholat badiyah

Tayang:
saintif.com
Ilustrasi mengerjakan sholat. Niat dan Keutamaan Qobliyah Subuh, Dilengkapi Jenis-jenis Sholat Rawatib 

Niat shalat sunnah rawatib setelah shalat maghrib:

Usholli sunnatal maghribi rok’ataini ba’diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta’ala

Artinya : “Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, dengan menghadap kiblat, karena Allah ta’ala.”

-2 Rakaat sesudah sholat isya

Niat shalat sunnah rawatib setelah shalat isya:

Ushallii sunnatal ‘isyaa’i rak’ataini ba’diy-yatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat ba’diyyah isya 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

ilustrasi sedang laksanakan sholat dhuha
ilustrasi (handover via Tribun Bogor)

-2 Rakaat sebelum sholat subuh.

Niat sholat sunnah rawatib sebelum sholat subuh:

Ushallii sunnatash shubhi rak’ataini qabliy-yatan lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat qabliyyah subuh 2 rakaat, karena Allah Ta’ala.”

Selanjutnya sholat sunnah ghairu muakkadah yaitu sholat sunnah yang tidak dikukuhkan untuk dikerjakan. Jumlah rakaat seluruhnya yakni 10 rakaat:

a. 2 Rakaat sebelum zuhur
b. 2 Rakaat sesudah zuhur
c. 4 Rakaat sebelum ashar
d. 2 Rakaat sebelum maghrib

Sholat sunnah muakkad dan ghairu muakkad ini dikerjakan:

-Tidak berjamaah.
-Jika empat rakaat, tiap dua rakaat satu salam.
-Tanpa azan dan iqamat
-Diutamakan tempat sholat sunnah berpindah dari tempat sholat fardhu.
-Bacaan tidak dikeraskan.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved