Berita Banjarmasin

Turut Terdampak Banjir Rob di Banjarmasin, Program Bedah Rumah Jadi Tertunda

Banjir rob dan juga curah hujan tinggi, rupanya turut berdampak pada program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) 2021

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Amrullah untuk BPost
Suasana perbaikan rumah warga yang menjadi sasaran program bedah rumah atau RS-Rutilahu.   

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banjir rob dan juga curah hujan tinggi, rupanya turut berdampak pada program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-Rutilahu) 2021 di Banjarmasin.

Sekadar diketahui, sejak akhir November 2021, Dinas Sosial (Dinsos) Banjarmasin menjalankan program yang juga dikenal dengan istilah 'bedah rumah' ini.

Setidaknya ada 83 rumah atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan RS-Rutilahu ini, dan tersebar di lima kecamatan yang ada di Banjarmasin.

Dan pada pelaksanaannya, ternyata program ini juga ikut terdampak dengan musim penghujan disertai banjir rob yang melanda Banjarmasin sekitar sepekan yang lalu.

Baca juga: Terdampak Banjir Rob, Jalan Menuju Desa Kuala Lupak Batola Menyempit

Baca juga: Ancaman Banjir Rob 18-22 Desember 2021, BPBD Banjarmasin Minta Kelurahan Inventarisasi Pengungsian

Pasalnya pengerjaan rumah warga yang menjadi sasaran program RS-Rutilahu ini ikut tertunda, karena tingginya intensitas hujan di Banjarmasin dan juga banjir rob.

"Kendala di lapangan memang kondisi alam, yaitu banjir rob dan juga hujan. Kadang ada tukang yang kebanjiran sehingga baru besok harinya bisa mengerjakannya," ujar Anggota Tim Jaminan Sosial (Jamsos) dan Penanganan Kemiskinan (PK) Dinsos Banjarmasin, Amrullah.

Meskipun demikian, Amrullah menerangkan bahwa saat ini program ini kembali digenjot bahkan ditargetkan dalam bulan ini juga selesai seluruhnya.

Baca juga: Banjir Rob di Kalsel – Warga di Kabupaten Banjar Ini Bikin Meja Tinggi SebagaiTempat Tidur

"Sudah sekitar 75 persen. Mudah-mudahan tidak terjadi banjir rob dan hujan lagi sehingga minggu ketiga bulan Desember ini semuanya bisa selesai," kata mantan Lurah Belitung Utara ini.

Melalui program RS-Rutilahu ini, warga yang masuk kategori miskin dan rumahnya sudah tidak layak, akan diberikan bantuan sebesar Rp 24 juta untuk melakukan perbaikan atau bedah rumah.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved