Penanganan Covid 19

Sehari 60 Wisatawan dari Luar Negeri Memaksa Karantina di Wisma Atlet, Begini Kata Satgas Covid-19

Karantina wisatawan dari luar negeri di Wisma Atlet tuai sorotan. Begini penjelasan Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta

istimewa
Viral di medsos video yang menunjukkan para penumpang internasional di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, sedang menunggu untuk mengikuti karantina kesehatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Penanganan wisatawan dari luar negeri yang menjalani karantina di Wisma Atlet tuai sorotan.

Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta mengaku terpaksa memasukkan penumpang dari luar negeri ke Wisma Atlet untuk menjalani karantina kesehatan. Setidaknya setiap hari ada 50-60 wisatawan dari luar negeri yang memaksa dikarantina di wisma atlet.

Komandan Satgas Udara Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta Letkol Agus Listiono mengatakan hanya ada tiga kategori penumpang dari luar negeri yang diizinkan untuk karantina kesehatan di Wisma Atlet, yaitu pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar, dan aparatur sipil negara (ASN).

Selain tiga kategori itu, termasuk wisatawan, seharusnya menjalani karantina kesehatan di hotel.

Namun, pihaknya terpaksa memasukkan para wisatawan dari luar negeri ke Wisma Atlet. Syaratnya, mereka ditempatkan di akhir antrean.

Baca juga: Cegah Perpindahan Virus Corona, Dokter Reisa Minta Pekerja Jadwal Ulang Mudik Nataru

Baca juga: Tepat di Hari Ibu Putri Anne Curhat, Istri Arya Saloka : Terimakasih Membuat Saya Bermental Baja

"Yang bersangkutan (wisatawan) itu tidak berhak untuk (karantina) di wisma," ucap Agus dalam rekaman suara, Rabu (22/12/2021).

"Saya memiliki antisipasinya. Dia saya sendirikan, saya kelompokkan, untuk mengikuti jalur setelah yang berhak ke wisma. Dia yang paling terakhir untuk saya kirim ke Wisma (Atlet)," sambungnya dilansir dari Kompas.com.

Menurut dia, banyak wisatawan, terutama warga negara Indonesia (WNI), yang tak memahami aturan soal kelompok yang berhak menjalani karantina kesehatan di Wisma Atlet.

Tak sedikit di antara mereka yang memaksa untuk dikarantina di sana.

"Banyak wisatawan khususnya WNI yang tidak memahami siapa saja yang boleh ke wisma. Namun, dia memaksakan diri ke wisma," ujar Agus.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved