Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Momen Akhir Tahun 2021, Kepiting dan Udang Kalsel yang Diekspor Senilai Rp10,78 Miliar

Ekspor kepiting dan udang beku dari Kalsel momen akhir 2021 senilai Rp10.775.072.000 (Rp10,78 miliar) melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
ekspor kepiting 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komoditi Kargo untuk ekspor adalah komofiti yang tahan pandemi Covid-19. Karena kargo masih bisa dialihkan antara negara satu ke negara lain.

Nah, pada momen akhir tahun dilakukan kargo untuk ekspor Akhir Tahun 2021. Ini dilakukan secara serentak dilepas oleh Menteri Perdagangan RI.

Untuk di Kalsel, kali ini berkontribusi pada momentum tersebut dengan mengikutkan dua pelaku UKM ekspor, yaitu PT. Tiga A dengan komoditi ekspor Kepiting Hidup (Live Crab) dengan nilai Rp6.936.027.000.

Kemudian PT. Karimata Timur dengan komoditi ekspor Udang Beku (Cold Storege) dengan nilai Rp3.836.000.000;

Total ekspor kepiting dan udang Rp10.775.072.000 (Rp10,78 miliar)  melalui Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin Kalsel.

Baca juga: Hidupkan Kembali Pasriwisata, Ibnu Sina Deklarasi CHSE di Sungai Biuku Sungai Andai Banjarmasin

Baca juga: Sukses Menjuarai Merdeka Cup 2021, Petenis Kelahiran Banjarmasin Kini Fokus Persiapan Davis Cup

Baca juga: Pemkab Tanbu Ikuti Webinar Launching Hasil SPI 2021

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani, Minggu (26/12/2021) berharap pasar ekspor Kalsel 2022 terus meningkat, baik secara kuantitas.

"Selain itu harapan kami negera tujuan ekspor yang lebih luas, bahkan komoditi ataupun produk ekspor non tambang yg lebih beragam," ujar Birhasani.

Untuk lebih beragamnya produk ekspor, sambung Birhasani, maka tentunya diperlukan peran aktif Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam membina peningkatan produksi di hulu=nya.

"Tidak kurang pentingnya juga peran pelaku usaha industri untuk terus berinovasi dan kreasitif dalam mewujudkan pruduk ekspor kedepan, dengan meningkatnya ekspor dalam bentuk produk jadi, maka tentunya nilai tambahnya lebih tinggi, yang tentunya dengan produk yang secara kualitas daya saing yang kompetitif di pasar internasional, " sebutnya.

Peran Bandara Internasional Syamsuddin Noor kedepan dalam mendiring peningkatan ekspor sangat diharapkan, yaitu adanya penerbangan langsung ke negara- negara tujuan ekspor, seperti Malaysia, Singapura, Shanghai Cina dan lain-lain, sehingga high cost dalam proses ekspor akan bisa dikurangi dan memberikan penambahan keuntungan bagi eksportir.

Dijelaskan Birhasani, untuk komoditi Kepiting ini diekpor dengan tujuan Shanghai China, sedangkan udang beku tujuan Jepang.

ekspor kepiting
ekspor kepiting (istimewa)

General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Dony Subardono, sebelumnya mengemukakan bahwa saat pandemi Kargo di Bandara mengalami peningkatan terus tidak ada penurunan.

"Ini perlu didukung dan ada menurut saya perlu dipersingkat proses dan kalau bisa diupayakan kargo itu Banjarmasin bisa langsung ke luar. Namun tentunya ini harus didukung semua pihak. Bukan hanya maskapai dan bandara saja. Tapi komoditi yang layak ekspor ini perlu didorong. Contoh ekspor kepiting dari Banjarmasin . Kepiting dari banjarmasin ini adalah kepiting hijau yang berbeda dan ini yang disukai oleh Guangzou China," kata Dony Subardono.

(banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved