BTalk

BTalk, Ketahui Mengenai Sebab dan Cara Mengatasi Kejang Saat Hamil

Dokter kandungan dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, Fellita Ratri Anggraeni, Hadir sebagai narasumber program BTalk, Selasa (28/12/2021).

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Hadir sebagai narasumber dalam acara BTalk membahas eklamsia bersama dr Fellita Ratri Anggraeni, SpOG, dari RSUD Ansari Saleh Banjarmasin dipandu host dari Banjarmasin Post Group, Layli Hasana Novia, Selasa (28/12/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak jarang perempuan hamil mengalami kejang atau dalam istilah kedokteran disebut eklamsia.

Kenapa ini bisa terjadi? Apa penyebab dan seberapa parah akibatnya? Bagaimana mengatasinya?

Sederet pertanyaan di atas perlu Anda ketahui jawabannya dan bisa disimak di program BTalk Banjarmasin Post Bicara Apa Saja, Selasa (28/12/2021) pukul 16.00 Wita. 

Hadir sebagai narasumber, dr Fellita Ratri Anggraeni, SpOG, dokter kandungan dan kebidanan RSUD Ansari Saleh Banjarmasin.

Perbincangan dipandu host dari Banjarmasin Post Group, Layli Hasana Novia Putri, ditayangkan live dan bisa Anda simak ulang di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online. 

Baca juga: VIDEO Puskesmas Sungai Andai Banjarmasin Selesai Dikerjakan, Beroperasi April 2022

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Penambahan Kasus Positif 2 Orang, Suspek 10 Orang

Menurut dr Fellita, eklamsia adalah kejang saat kehamilan. Di Indonesia angka kesakitan dan kematian sangat besar. Sebab itu harus segera ditangani karena dapat membahayakan nyawa ibu hamil dan janin.

"Eklamsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai tekanan darah tinggi dan kejang sebelum, selama, atau setelah persalinan," jelasnya.

Munculnya eklamsia pada ibu hamil selalu di dahului dengan preeklamsia yang dapat timbul sejak minggu ke-20 kehamilan.

Preeklampia akan ditandai dengan tekanan darah >140/90 mm Hg, ditemukannya protein pada urin, dan bisa disertai dengan pembengkakan pada tungkai. 

Selain tekanan darah yang semakin tinggi tanda lainnya sakit kepala, mual dan muntah, sakit perut terutama pada bagian perut kanan atas. Tangan dan kaki membengkak.

Baca juga: Siring Piere Tendean Banjarmasin Buka Saat Libur Tahun Baru, Kadinkes Rekomendasikan Wisata Ditutup

Baca juga: Polda Kalsel Izinkan Masyarakat Gelar Nonton Bareng Final Piala AFF, Ada Aturannya

Kemudian, gangguan penglihatan, frekuensi dan jumlah urin yang berkurang, peningkatan kadar protein di urin.

Kejang eklamsia dapat terjadi sekali atau berulang kali. Fase pertama kejang akan terjadi selama 15-20 detik.  Fase kedua kejang menyebar ke seluruh tubuh selama 60 detik. 

"Eklamsia diduga akibat adanya kelainan pada fungsi dan formasi plasenta. Selain itu potensi eklamsia pada ibu hamil bisa dilatarbelakangi si ibu ada tekanan darah tinggi, beda kehamilan sebelumnya terlalu jauh, bisa juga karena mengandung anak kembar, selain itu ibu mengalami obesitas dengan BMI di atas 30," jelas dr Fellita.

Sebab itu sarannya, penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah terjadinya eklampsia dan komplikasi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved