Gapura Objek Wisata di Kabupaten Banjar

Gapura Kompleks Ar Raudhah, Pintu Masuk Pusat Ziarah Makam Guru Sekumpul Martapura

Gapura Kompleks Ar Raudhah yang sebagai pintu masuk pusat ziarah Makam KH Muhammad Zaini Ghani atau dikenal Guru Sekumpul.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
Pintu gerbang Kompleks Ar-Raudhah, lokasi kubah makam KH Muhammad Zaini Ghani atau dikenal Guru Sekumpul Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Gapura adalah pintu masuk atau gerbang ke ke suatu kawasan atau kawasan.

Salah satunya adalah Gapura Kompleks Ar Raudhah yang sebagai pintu masuk pusat ziarah Makam KH Muhammad Zaini Ghani atau dikenal Guru Sekumpul.

Gapura Ar Raudhah berada di kawasan Jalan Sekumpul, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.

Awalnya, merupakan komplek permukiman yang merupakan murid dan para anak angkat Guru Sekumpul.

Baca juga: Gapura Cahaya Bumi Selamat, Pusat Pertokoan Permata di Kabupaten Banjar

Baca juga: Dua Proyek Besar di Kabupaten HSS Terlambat Selesai, Gedung Islamic Center Digenjot Selama 50 Hari

Baca juga: Gapura Wisata Makam Datu Kelampayan

Nama kompleks itu Ar Raudhah sama persis nama Musala Ar Raudhah yang dibangun Guru Sekumpul.

Awalnya Musala Ar Raudhah itu unik karena tidak memiliki pintu ataupun jendela yang terkunci.

Seiring perkembangan musala dibangun lebih besar, dilengkapi televisi dan kawasan kompleks Ar Raudah dibangun pagar tinggi. Warga setempat menyebutnya Regol Sekumpul.

Di dalam Kompleks Ar Raudhah, terdapat pusara makam ulama kharismatik, yaitu Guru Padang atau KH Seman Mulya, KH Salman Jalil dan Guru Sekumpul.

Sebelum Guru Sekumpul wafat, makam itu kerap diziarahi ulama dan santri Pondok Pesantren Darussalam.

Padat peziarah terutama saat majels taklim Guru Sekumpul, yang digelar khusus kalangan lelaki setiap Minggu sore dan Kamis sore dan khusus kalangan perempuan setiap Sabtu pagi.

Berkat keberadaan Guru Sekumpul, kawasan itu menjadi kawasan perekonomian, lahan di kawasan itu harganya naik dan berdampak di wilayah tetangga, seperti Kelurahan Sungai Pering, Desa Indriasari, Kelurahan Tanjung Rema Darat dan Kelurahan Jawa.

Setelah Guru Sekumpul wafat dan pusaranya berdampingan dengan kedua gurunya KH Seman Mulya dan KH Salman Jalil, semakin banyak yang berziarah, terlebih saat peringatan haul wafatnya Sang Guru setiap 5 Rajab.

Kini kompleks Ar Raudhah ditutup sementara untuk kalangan umum karena masa pandemi Covid-19.

(banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved