Wabah Corona
Kasus Omicron Indonesia Tembus 68 Kasus, Terbanyak Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri
Kasus omicron Indonesia tembus 68 kasus. Mayoritas dari pelaku perjalanan luar negeri, khususnya Turki.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus omicron di Indonesia dengan cepat bertambah. Saat ini, total kasus omicron Indonesia mencapai 68 kasus.
Sejak ditemukan indikasi omicron pertama kali pada seorang petugas kebersihan di RS Wisma Atlet.pada 15 Desember 2021 lalu, kasusnya terus mengalami penambahan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan orang-orang yang terpapar virus corona varian baru ini, mayoritas adalah pelaku perjalanan dari luar negeri.
Berkaca dari naiknya kasus omicron ini, masyarakat diimbau lebih waspada dan tidak melakukan perjalanan ke luar negeri sementara waktu.
Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun kembali mengumumkan data kasus positif Covid-19 varian Omicron di Indonesia bertambah menjadi 21 orang pada Rabu (29/12/2021).
Baca juga: Varian Omicron Transmisi Lokal Mulai Terjadi, Kemenkes Umumkan 1 Kasus Perdana di Indonesia
Baca juga: Vaksinasi Semakin Digencarkan di Kabupaten Tabalong untuk Antisipasi Dampak Omicron
Dengan demikian, sampai saat ini jumlah kasus positif Omicron ada 68 orang.
Dilansir kemkes.go.id, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan 21 kasus baru tersebut merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang terdiri dari 16 WNI dan 5 WNA.
Adapun negara kedatangan paling banyak adalah Arab Saudi dan Turki.
Disebutkan sebanyak sembilan dari 21 kasus baru Covid-19 varian Omicron mengalami gejala ringan. Sementara itu, 12 lainnya tidak memiliki gejala.
"Didapatkan sembilan kasus yang bergejala ringan dan 12 lainnya ini tidak memiliki gejala," kata Nadia dalam konferensi pers melalui kanal YouTube FMB9ID_IKP, Rabu (29/12/2021).
“Adanya kasus Omicron Indonesia karena adanya perjalanan dari beberapa negara seperti Arab Saudi dan Turki, sehingga masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan berlibur ke sana,” ucap Kemenkes.
Sementara pengetatan di pintu masuk negara terus dilakukan, terutama di perbatasan laut dan darat.
Adapun positivity rate di pintu masuk laut dan darat 10 kali lebih tinggi daripada di udara.
dr. Nadia mengimbau masyarakat untuk mengurangi mobilitas dan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
“Kesadaran diri dan menahan keinginan berpergian harus dilakukan. Saya meminta masyarakat untuk bekerja sama mencegah penularan virus Covid-19 dengan menahan diri tidak bepergian,” ucapnya.
Baca juga: Rumah Sakit Ulin Banjarmasin Siap Hadapi Covid-19 Varian Omicron
Baca juga: UPDATE Kasus Omicron di Indonesia hingga 26 Desember 2021, Kini Total 30 Orang Terpapar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ilutrasi-virus-corona-varian-omicron.jpg)