Puasa Hari Jumat

Hukum Puasa di Hari Jumat, Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Sebab, selain Idul Fitri dan Idul Adha, Allah SWT juga menjadikan hari Jumat sebagai hari yang spesial bagi umat Islam.

Tayang:
Editor: M.Risman Noor
CAPTURE YOUTUBE USTADZ ABDUL SOMAD OFFICIAL
Ustadz Abdul Somad atau yang akrab disapa UAS 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Selain puasa Ramadhan, umat muslim juga ada mengamalkan beberapa puasa lain.

Salah satunya amalan puasa Senin Kamis. Ada pula puasa tiga hari di pertengahan bulan hijriah atau biasa disebut Ayyamul Bidh.

Ada puasa sunah yang ditentukan waktunya, ada yang kapanpun boleh dilakukan selama bukan pada hari yang diharamkan untuk puasa yakni Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, hari Tasyriq dan lainnya.

Puasa sunah yang umumnya dilakukan kebanyakan umat muslim yakni puasa Senin-Kamis.

Kemudian, muncul pertanyaan bagaimana hukumnya puasa hari Jumat?

Sebab, selain Idul Fitri dan Idul Adha, Allah SWT juga menjadikan hari Jumat sebagai hari yang spesial bagi umat Islam.

Untuk itu, banyak belum mengetahui hukum puasa hari Jumat tersebut.

Dilansir dari website NU Online, puasa hari Jumat makruh hukumnya.

Baca juga: Puasa Senin Kamis Sekaligus Bayar Utang Puasa, Simak Niat dan Doa Buka Puasa Hari Senin dan Kamis

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Januari 2022, Simak Bacaan Niat dan Manfaatnya

Sebab, hari Jumat dianggap sebagai hari raya.

Kemakruhan puasa di hari Jumat ini berlaku bila sebelum atau sesudahnya tidak puasa.

Pendapat ini merujuk pada hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berkata:

لا يصومن أحدكم يوم الجمعة إلا أن يصوم قبله أو بعده

Artinya, “Janganlah kalian puasa hari Jumat melainkan puasa sebelum atau sesudahnya,” (HR Al-Bukhari).

Sebetulnya ulama masih berbeda pendapat terkait kemakruhan puasa hari Jumat.

Perbedaan ulama ini dijelaskan oleh Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaishil Jum’ah.

Dalam kitab ini, Imam An-Nawawi, sebagaimana dikutip As-Suyuthi, menjelaskan:

الصحيح من مذهبنا وبه قطع الجمهور كراهة صوم الجمعة منفردا، وفي وجه أنه لا يكره إلا لمن لو صامه منعه من العبادة وأضعفه

Artinya, “Pendapat yang paling shahih menurut madzhab kami dan ini termasuk pendapat jumhur ulama bahwa puasa hari Jumat makruh kalau tidak puasa sebelum dan sesudahnya. Sebagian pendapat mengatakan tidak makruh kecuali bagi orang yang terhalang ibadahnya lantaran puasa dan tubuhnya lemah.”

Berdasarkan pendapat di atas, jumhur ulama mengatakan makruh puasa hari Jumat bila tidak dibarengi puasa hari Kamis atau hari Sabtu.

Tangkapan Layar Tanggapan Ustadz Abdul Somad
Tangkapan Layar Tanggapan Ustadz Abdul Somad (YouTube/Ustaz Abdul Somad Official via TribunSumsel.com)

Penjelasan itu rupanya sependapat dengan Ustaz Abdul Somad (UAS).

Menurut UAS, puasa di hari Jumat sendirian itu dilarang.

"Maka kalau puasa hari Jumat dahului hari kamis, jadi Kamis-Jumat. Atau didahulukan hari Jumat kemudian ditambah Sabtu, jadi Jumat-Sabtu. Atau Kamis-Jumat-Sabtu juga boleh," jelasnya dilansir dari tayangan YouTube Xis-OnVlog, Jumat (12/10/2018).

Namun, kata dia, lain halnya dengan puasa Nabi Daud.

Pada puasa Nabi Daud, diperbolehkan puasa hari Jumat sendirian.

"Adapun kalau dia puasa Nabi Daud, dimulainya hari Senin, maka Selasa makan, Rabu puasa, Kamis makan, Jumat puasa, otomatis Sabtu makan, maka puasa Jumatnya jadi sendiri, kalau bertepatan dengan puasa Daud boleh Jumat sendirian, begitu fatwa ulama Arab Saudi," bebernya.

"Yang tak boleh itu sendirian, karena jumat hari raya bagi umat Islam," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bolehkan Puasa di Hari Jumat? Bagaimana Hukumnya, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved