Berita Balangan
VIDEO Fasilitas Permainan Anak di RTH Batumandi Berkarat dan Rusak
Fasilitas bermain anak di RTH Batumandi, Kabupaten Balangan berkarat dan sebagian rusak
Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Keberadaan taman bermain anak di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Batumandi menjadi satu fasilitas yang kerap digunakan oleh anak-anak untuk bermain. Namun nampaknya, kondisi alat permainan tersebut dianggap cukup memprihatinkan.
Fasilitas bermain yang sudah berkarat dan ada sebagian rusak, bahkan tidak cukup aman digunakan, terpasang di area taman.
Keberadaan fasilitas bermain di RTH ini juga menjadi perhatian bagi Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Balangan. Upaya untuk penanganan pun dalam waktu cepat akan dilakukan. Di antaranya mengusulkan anggaran pergantian fasilitas bermain.
Bagian Pengendalian Lingkungan Hidup DPLH Kabupaten Balangan, Andi Rupisa menerangkan, kurang lebih 30 persen fasilitas bermain yang bisa dikatakan masih baik di RTH.
Tak ia pungkiri, kondisi taman bermain anak memang banyak mengalami kerusakan. Bukan hanya di RTH Batumandi, melainkan juga pada beberapa RTH lainnya.
"Pada beberapa RTH di Balangan, seperti di Taman Hijau dan Taman Sanggam juga mengalami kerusakan," ucap Andi, Selasa (18/1/2022).
Sebutnya, saat ini fasiltas permainan anak memang belum tersentuh. Pasalnya adanya keterbatasan anggaran, terutama recofusing anggaran membuat tidak bisa mengajukan perbaikan.
Ke depan ungkapnya, akan diupayakan untuk mengusulkan pada anggaran perubahan atau anggaran pada tahun berikutnya.
Selain itu, pihaknya juga akan mengajukan proposal kepada pihak perusahaan untuk memberikan bantuan pembangunan tempat bermain anak.
Dalam waktu dekat pula ucap Andi, pada RTH Batumandi akan dilakukan perbaikan lampu utama serta lampu hias. Selain itu juga ada pemeliharaan tanaman dan penambahan tanaman hias.
Ia juga mengingatkan kepada pengunjung agar bersama-sama memelihara fasilitas taman, begitu pula menjaga kebersihan dan keamanan.
"Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Karena kalau berharap pemerintah, tidak bisa menjaga 24 jam," ungkapnya, mengajak. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)