BTalk
BTalk, Ketika Badan Intelijen Negara Urusi Vaksin
jajaran Binda Kalsel gencar menyelenggarakan vaksinasi di semua daerah untuk mendukung program Presiden Joko Widodo dalam upaya melawan Covid-19.
Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendukung program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, yaitu vaksinasi untuk melawan Covid-19, Badan Intelijen Negara (BIN) melaksanakannya di daerah-daerah.
Termasuk oleh jajaran BIN Daerah Kalimantan Selatan (Binda Kalsel). Hal ini dipaparkan Kepala Binda Kalsel, Brigjen Pol Dr Heri Armanto S, SH, MSi dalam program BTalk Banjarmasin Post, Rabu (19/1/2022).
Pertanyaan BPost: Bagaimana BIN melihat adanya pandemi Covid-19 di Indonesia termasuk di Kalsel?
Jawaban Kepala Binda Kalsel: Fenomena penanganan Covid-19 ini bisa dilihat dari aspek global dulu, di negara lain seperti India, Brazil, Amerika dan sebagainya, bagaimana penanganan Covid-19 di sana. Ketika negara lambat apalagi gagal menangani Covid-19, dampaknya ke bisa berbagai aspek.
BPost: Apakah dampak pandemi bisa terkait dengan keamanan negara?
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: 3 Warga Terpapar dari Banjarbaru, Banjar dan Tabalong
Baca juga: Pasar Batuah Direvitalisasi, Warga Mengadukan Nasibnya ke DPRD Banjarmasin
KBK: Dampak pandemi Covid-19 bisa berdampak luas ke berbagai aspek, bisa ke ekonomi dan kalau sudah begitu bisa ke politik, sosial dan ketahanan serta keamanan terdampak juga. Ini bisa mengganggu eksistensi negara.
BPost: Apa itu jadi dasar BIN juga ikut berperan dalam penanggulangan pandemi Covid-19?
Kepala Binda Kalsel: Dengan risiko efek yang luas, oleh karena itu berdasar Pasal 10 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 disebutkan, BIN sebagai alat negara yang menyelenggarakan fungsi intelijen, intinya untuk mengantisipasi berbagai dampak, sifat dan bentuk ancaman yang berpotensi atau nyata menganggu keselamatan dan eksistensi negara. Jadi kami turut ambil bagian menanggulangi Covid-19.
BPost: Jadi ancaman yang dimaksud bukan cuma berupa agresi militer?
Kepala Binda Kalsel: Di zaman seperti sekarang, ancaman memang tidak terpaku seperti dahulu di mana negara berekspansi dengan cara menyerang negara lain. Yang jelas dan nyatanya kita sudah merasakan dampak pandemi termasuk di Kalsel, dampak Covid-19 ini mengganggu sampai ke ekonomi. Ini harus ditangani seluruh komponen bangsa.
Baca juga: Telan Anggaran Rp 550 Juta, Proyek Rumah Dinas Ketua DPRD Kalsel Dikerjakan Kontraktor dengan PL
Baca juga: Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun, Hari Ini 600 Siswa SD di Banjarmasin Berhasil Divaksin
BPost: Bagaimana cara BIN ikut berperan dalam penanggulangan pandemi?
Kepala Binda Kalsel: Penanganan pandemi tidak cuma vaksinasi, ada strategi lain termasuk preemptif, preventif dan penegakan hukum. Kami turut memberikan data ke pemerintah dalam hal upaya penanganan penyebaran Covid-19. Hal-hal apa yang perlu diantisipasi dan perlu penanganan sehingga ini masukan kepada pimpinan negara dalam membuat kebijakan.
BPost: Apakah upaya ini dilakukan oleh BIN di seluruh Indonesia?
Kepala Binda Kalsel: Betul, kami aktif memberikan masukan baik kepada kepala daerah maupun secara keseluruhan ke Pimpinan Negara.
BPost: Sejak kapan BIN terlibat dalam penanggulangan pandemi Covid-19 termasuk di Kalsel?
Kepala Binda Kalsel: Sejak awal pandemi, ada kebijakan-kebijakan seperti PPKM, kami juga terlibat melihat pelaksanaan upaya preemptif, preventif dan penegakan hukum. Apa-apa yanh menjadi keberhasilan, permasalahan serta data-data dalam pelaksanaan kebijakan di lapangan kami berikan kepada negara sehingga persoalan di lapangan dapat diatasi dengan baik.
BPost: BIN juga sekarang melaksanakan vaksinasi Covid-19, artinya juga turun ke tengah masyarakat secara langsung?
Kepala Binda Kalsel: Betul, upaya yang paling dapat terlihat tentu sekarang ini, karena kita secara terbuka di tengah-tengah masyarakat melakukan vaksinasi.
BPost: Kapan BIN khususnya di Kalsel turut melaksanakan vaksinasi Covid-19?
Kepala Binda Kalsel: Di Kalsel dimulai setelah Jawa-Bali, sejak 16 September 2021. Memang awalnya di Jawa-Bali yang menjadi prioritas utama Pemerintah.
Baca juga: Kalsel Targetkan 440.853 Anak Divaksin, Polresta Banjarmasin Mulai Laksanakan Vaksinasi Merdeka Anak
Baca juga: Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejati Kalsel Buka Hotline Pengaduan, Masyarakat Makin Mudah Lapor
BPost: Berapa banyak vaksinasi yang sudah dilaksanakan BIN di Kalsel sampai sekarang ini?
Kepala Binda Kalsel: Sampai sekarang sudah 151 ribu dosis, sampai 15 Januari 2022. Khusus dii Bulan Januari ini, 35,5 ribu dosis sudah diberikan kepada masyarakat di seluruh Kabupaten/kota se Kalsel. Itu termasuk vaksin pertama maupun kedua, baik lansia, pelajar dan sekarang anak-anak juga.
BPost: Apakah ada kendala saat BIN melaksanakan vaksinasi?
Kepala Binda Kalsel: Dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19, kami menerapkan strategi kolaborasi pentahelix. Ada lima unsur di sana, yaitu government, pengusaha, media, akademisi dan komunitas. Lima unsur ini digandeng dalam melaksanakan vaksinasi dan alhamdulillah berjalan lancar.
BPost: Sudah dua tahun pandemi Covid-19, apa ada tantangan yang dialami terkait sambutan masyarakat terhadap vaksinasi?
Baca juga: BTalk, Mempersiapkan Anak untuk Vaksin Menurut dr Noor Maziyati Nida dari Dinkes Banjarmasin
Baca juga: Cegah Kebocoran Aset, PTPN XIII Gandeng Kejati Kalsel
Kepala Binda Kalsel: Kita ketahui bersama sempat beredar beberapa isu terkait vaksin astra zeneca ada sebagian kelompok masyarakat yang menolak. Tapi dengan strategi tadi, kami upayakan ini bersama media dan tokoh masyarakat untuk menjernihkan fakta dan situasi sehingga opini yang salah tidak berkembang liar dan dapat diatasi. Namun secara umum kesadaran masyarakat di Kalsel sudah baik dalam program vaksinasi ini.
Bpost: Bagaimana BIN memandang masih ada masyarakat yang tidak percaya atau tidak mau divaksin itu?
Kepala Binda Kalsel: Saya melihat itu bagian dari heterogenitas dan kemajemukan di Indonesia dan Kalsel. Kalau sudah berkumpul pasti ada yang berbeda pikirian, ini wajar. Tapi kewajiban kita bersama menanggulangi dan mengatasi ini supaya yang lain tidak terpengaruh. Tujuannya tentu agar program pemerintah bisa dilaksanakan dengan baik.
BPost: Hal menarik apa yang pernah dialami dalam pelaksanaan vaksinasi?
Kepala Binda Kalsel: Hal yang menarik lebih kepada upaya untuk menjangkau masyarakat yang berada di desa-desa terpencil yang aksesnya tidak bisa dijangkau roda empat. Ini anggota kami menggandeng komunitas sepeda motor trail untuk melewati medan jalanan yang sangat menantang. Sampai berlumpur semua melewati kebun-kebun yang di sana infrastruktur jalannya belum sebaik di Kota Banjarmasin atau Kota Banjarbaru.
BPost: Apakah keterlibatan BIN dalam penanggulangan pandemi ini tidak mengganggu pekerjaan lain yang juga tidak kalah penting?
Kepala Binda Kalsel: Alhamdulillah sejauh ini bisa kami kelola seluruh pekerjaan yang harus kita tangani sehingga tetap lancar.
BPost: Apakah upaya vaksinasi masih jadi langkah yang penting bagi BIN di Tahun 2022 dalam penanganan pandemi?
Kepala Binda Kalsel: Sesuai kebijakan pimpinan, Tahun 2022 masih akan terus dilakukan untuk vaksinasi. Upaya vaksinasi secara bahu membahu ini sudah menunjukkan hasil. Indonesia masuk lima besar terbaik di dunia di bawah China, India, Amerika Serikat dan Brazil dalam capaian terbaik vaksinasi, ini berkat keterlibatan seluruh pihak.
(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kepala-binda-kalsel-brigjen-pol-dr-heri-armanto-s-dalam-program-btalk-membahas-vaksinasi.jpg)