Berita HST
Bangun Bronjong Penahan Arus Air, Warga Timan HST Gotong Royong Tiap Jumat Bersama Babinsa
Kegiatan membangun bronjong melibatkan seluruh warga Timan HST dilaksanakan tiap Jumat dipimpin Babinsa Murung B Sertu Sanu dan Kepala Desa
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Mengatasi derasnya arus air ketika sungai meluap, warga Kampung Timan Desa Murung B Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah membangun bronjong penahan arus air di sekitar sungai Jumat (21/1/2022).
Kegiatan yang melibatkan seluruh warga tersebut dilaksanakan tiap Jumat dipimpin Babinsa Murung B Sertu Sanu dan kepala Desa Murung B Rahmatullah.
Menurut kepala Desa dan Babinsa kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan yang lalu pascabanjir 28 November 2001 yang membuat salah satu dapur rumah warga tergerus longsor.
Termasuk masjid di sekitarnya juga nyaris terkena longsor.
Baca juga: Kuliner Kalsel - Sayur Humbut Khas HST Terbuat dari Batang Kelapa Muda Kaya Bumbu Rempah
Baca juga: Dinas Kesehatan Kabupaten HST Gencar Gelar Vaksinasi Anak di Sekolah
Pantauan banjarmasinpost.co.id, semua warga pria baik muda maupun dewasa turun langsung terlibat gotong royong.
Sedangkan para perempuan menyediakan konsumsi dengan memasak bagi warga yang terlibat gotong-royong.
Selain merakit kawat untuk untuk dijadikan pengikat batu kali, sebagian warga lainnya mengambil batu kali di sungai.
Ada pula yang yang mengisi rakitan kawat tadi dengan batu untuk dipasang sebagai bronjong penahan arus air.
Babinsa Murung B Sertu Sanu menjelaskan kegiatan gotong-royong ini dilaksanakan tiap Jumat melibatkan seluruh masyarakat, dibantu anggota TNI dan anggota Polsek Hantakan.
Sebelumnya juga dilakukan gotong royong mengalihkan arus sungai yang dulunya melewati rumah warga dengan membuat saluran baru dan menutup saluran sungai lama dengan bronjong yang sedang proses pembuatan.
Tujuan membangun bronjong selain mencegah longsor yang berulang juga menyelamatkan sejumlah rumah warga dari gerusan arus sungai termasuk menyelamatkan masjid di sekitarnya dari longsor.
"Awalnya warga mau bikin saluran air baru dengan mengeruk secara manual. Namun setelah mencoba mengajukan proposal ke BPBD HST akhirnya dibantu dengan alat berat, Alhamdulillah selesai satu hari," kata Sanu.
Selanjutnya, warga juga menutup bekas aliran sungai yang dialihkan dengan bronjong.
Kawat pengikat batu juga dibantu BPBD HST.
Hanya saja untuk pengerjaannya sepenuhnya dikerjakan masyarakat.
Baca juga: Residivis Pembongkar Rumah Kosong di Kalsel Kembali Dibekuk, Beraksi Pascadua Minggu Keluar Penjara
Baca juga: Kota Martapura Diguyur Hujan, Peziarah Tetap Antusias Kunjungi Wisata Religi Sekumpul