Teguran Allah Berbuat Maksiat
Ini Pertanda Teguran Allah Cegah Perbuatan Maksiat, Ustadz Adi Hidayat Ingatkan Perbuatan Riba
Ustadz Adi Hidayat beri penjelasan cara dan manfaat meninggalkan maksiat.
Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID - Manusia tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, bahkan tak sedikit yang terjerumus ke lembah kemaksiatan. Ustadz Adi Hidayat beri penjelasan cara dan manfaat meninggalkan maksiat.
Tak hanya mengerjakan perbuatan baik dan mulia, meninggalkan maksiat termasuk amal shaleh dan bentuk taqwa seorang hamba.
Posisi seseorang yang tengah dihadapkan dengan kemaksiatan, terbilang sulit untuk menghindar kecuali ada pertolongan dari Allah SWT.
Allah memberikan pertolongannya melalui sebuah pertanda.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, pertolongan Allah diberikan kepada hamba-Nya melalui rasa takut dan kecemasan saat hendak berbuat maksiat.
Baca juga: Amalan Dicintai Allah Bisa Dilakukan di Bulan Rajab 2022, Berikut Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: Ubah Wajah dan Tubuh Lewat Operasi Plastik, Ustadz Adi Hidayat Beri Peringatan Keras Bagi Pelakunya
"Apabila Anda sedang bermaksiat dan muncul ketakutan dalam diri Anda, maka ada dua pertanda, pertama Allah sedang mencintai Anda maka ambil cinta-Nya. Yang kedua Allah sedang melipatgandakan pahala Anda untuk mengentaskan keburukan dan kesulitan hidup yang mungkin dialami di satu masa," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip dari kanal youtube Adi Hidayat Official.
Perasaan takut ketika berbuat maksiat adalah pertanda dari Allah, maka hendaknya seoarng hamba yang merasakan hal ini cepat meninggalkan maksiat itu karena Allah.
UAH menambahkan perilaku meninggalkan maksiat merupakan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Sebagaimana perintah Allah dalam ayat Alquran Q.S. Ali 'Imran : 104
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Q.S. Ali 'Imran : 104)
Berbuat makruf atau baik dikatakan UAH semua orang bisa melakukannya dan terbilang mudah, dibandingkan mencegah kemungkaran atau menghindari maksiat.
"Mencegah kemungkaran itu yang susah karena berhadapan langsung dengan pelaku maksiat, misalnya ceramahin orang yang suka mabuk, datang ke tempat maksiat ajak taubat itu tidak mudah," jelasnya.
Salah satu perbuatan mungkar adalah berbuat riba. Pelaku riba yang hartanya sebagian besar dari riba.
Ustadz Adi Hidayat menceritakan salah seorang pelaku riba yang memberikan pinjaman kepada saudaranya dengan skema riba.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ustad-adi-hidayat_20180309_103249.jpg)