Berita Banjarmasin

Tunggakan untuk Insentif Nakes di RSJ Sambang Lihum Kalsel Mencapai Rp 500 Juta

Plt Direktur RSJ Sambang Lihum, Berkatullah, akui insentif untuk nakes menangani Covid-19 di tempatnya belum cair yang jumlahnya mencapai Rp 500 juta.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
Banjarmasinpost.co.id/Milna sari
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  - Tak hanya di RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Ansari Saleh, insentif Tenaga Kesehatan juga belum cair untuk yang di RSJ Sambang Lihum, Kalimantan Selatan.

Saat dikomfirmasi, Plt Direktur RSJ Sambang Lihum, Berkatullah, Sabtu (5/2/2022), membenarkan bahwa insentif untuk nakes di tempatnya belum cair.

Besaran tunggakan Insentif nakes pada rumah sakit jiwa yang terletak di Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, ini sekitar Rp 500 juta.

"Beda dengan RSUD Ulin yang tunggakannya sampai puluhan miliar rupiah, bahkan tiga bulan terakhir itu kami nol, Juli hingga September sekitar Rp 500 jutaan," sebutnya.

Baca juga: Insentif Tenaga Kesehatan Belum Cair Saat Kasus Covid-19 di Kalsel Meningkat

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Rekor Penambahan Kasus Sebanyak 250 Orang

Para petugas RSJ Sambang Lihum, terang Berkatullah, hanya merawat pasien Covid-19 yang mengalami gangguan jiwa sehingga tak banyak pasien.

"Nakes kami pun tidak heran-heran dengan belum cairnya insentif nakes ini," imbuh dia.

Saat ini, tambahnya, tak ada pasien Covid-19 yang dirawat di RSJ Sambang Lihum.

Namun, ada satu pasien yang merupakan suspek karena hasil Rapid antigennya yang reaktif.

Baca juga: Sebanyak 14 Pasien Covid-19 dalam Perawatan di RSD Idaman Kota Banjarbaru

"Nanti akan kami lakukan PCR untuk memastikan benar-benar positif atau tidak. Saat ini masih dirawat di ruang isolasi," pungkas Berkatullah.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved