Berita Batola

Keracunan Makanan di Pulau Alalak Kabupaten Batola, Polisi Tunggu Hasil Laboratorium

Kanit 2 Satreskrim Polres Batola, Aiptu Ivrayin Antonius, mengatakan, korban keracunan massal dimintai keterangan sambil tunggu hasil laboratorium.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
CAMAT ALALAK UNTUK BPOST
Warga yang mengalami keracunan makanan di Desa Pulau Sewangi, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (26/2/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Petugas Polres Barito Kuala ( Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel), meminta keterangan dari para korban Keracunan Makanan dan pemilik acara.

Hal itu dilalukan setelah terjadi Keracunan Massal di Pulau Alalak, Kabupaten Batola, Provinsi Kalsel, saat Sabtu (26/2/2022).

Selain korban yang mengalami keracunan makanan, pemilik hajat, H Anang, dipanggil polisi guna dimintai keterangan lebih rinci. 

Disampaikan Kapolres AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif, melalui Kanit 2 Satreskrim Polres Batola, Aiptu Ivrayin Antonius, pemeriksaan dilakukan secara maraton.

Namun pihaknya masih belum bisa menyimpulkan, termasuk apakah ada unsur kelalaian atau lainnya.

Baca juga: Sampel Hidangan Keracunan Massal di Alalak Kabupaten Batola Dikirim ke BBTKLPP Kalsel

Baca juga: Puluhan Rumah di Empat Desa Kecamatan Sungai Tabuk Kalsel Rusak Dilanda Angin Kencang

"Kami belum bisa menyimpulkan karena harus menunggu pemeriksaan sampel makanan di laboratorium," terangnya, Senin (28/2). 

Sekilas, ia pun mengungkapkan, mengenai hidangan acara keagamaan tersebut diketahui dominannya dimasak sendiri. Ada beberapa menu yang disuguhkan, di antaranya adalah soto, sop, gado-gado dan kue. 

Sampel beberapa makanan itu telah diambil petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Banjarmasin dan Puskesmas Berangas.

Selanjutnya, sampel dikirim ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit ( BBTKLPP) di Banjarbaru, Kalsel, untuk diteliti.

"Sementara, itu saja yang dapat kami sampaikan, mungkin kalau hasil lab telah diketahui, baru bisa bicara banyak," tandas Ivrayin.

Baca juga: Puting Beliung Merusak 14 Bangunan di Tinggiran Tengah Kabupaten Batola Kalsel

Baca juga: Lelang Jabatan di Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Dilakukan Keseluruhan

Terkait kejadian yang menimpa ratusan warga di tiga desa, Kepala Polsek Alalak, Iptu M Eko Suhansyah,  menerangkan, kegiatan Isra Mikraj ini sudah menjadi acara rutin tahunan oleh H Anang. 

Pemilik hajat, lanjut Kapolsek, mengundang masyarakat sekitar untuk menghadiri. Namun yang bersangkutan tidak menyangka  peristiwa keracunan massal ini terjadi, sehingga membuatny dan keluarga turut syok. 

"Hajatan serupa memang sering digelar setiap tahun oleh tokoh masyarakat ini dan banyak warga yang datang," imbuh Eko.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved