Berita HSU

Jalan Longsor, Warga Telaga Silaba Kabupaten HSU Berharap Segera Diperbaiki

Jalan longsor di antara Desa Telaga Silaba dan Desa Padang Tanggul, Kabupaten HSU, Kalsel, warga berharap Dinas PUPR bisa segera emperbaikinya.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Warga melintas di ruas jalan yang longsor di perbatasan Desa Telaga Silaba dan Desa Padang Tanggul, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (13/3/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI -  Ruas jalan longsor terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Tepatnya pada jalur Desa Telaga Silaba dan Desa Padang Tanggul, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten HSU.

Sedangkan kejadian longsornya pada 2019. Namun hingga saat ini, Maret 2022, masih belum dilakukan perbaikan.

Jalan yang berada dipinggir aliran sungai tersebut memang sering terkena luapan air sungai. Akibat longsor, kondisi kerusakan jalan semakin parah dan lebar jalan menjadi berkurang.

Menurut Muzakkir, warga setempat, sebelumnya lebar jalan sekitar 2,5 meter. Kemudian menyempir akibat longsor, meskipun masih bisa dilalui kendaraan roda empat secara bergiliran.

Baca juga: Pengurus Cabor Drum Band Kabupaten Hulu Sungai Utara Datangkan Pelatih Nasional

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kalsel: Terus Melandai, Satgas Klaim Kasus Aktif Turun 57,6 Persen Sepekan Ini

"Berpapasan dengan sepeda motor saja juga kadang tidak bisa, jadi harus ada yang mengalah karena hampir separuh jalan hilang akibat longsor,' ujarnya, Minggu (13/3/2022).

Karena adanya luapan air sungai pada saat penghujan, menyebabkan jalan mengalami kerusakan.

Para pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melewati ruas jalan longsor tersebut. Sebab, pernah juga ada  yang terjatuh.

"Di ruas Jalan Rusak itu telah menyebabkan adanya lubang dan juga batu-batu kecil. Jika tidak berhati-hati, pengguna jalan kendaraan roda dua bisa tergelincir dan jatuh. Sudah beberapa kali warga yang terjatuh saat melewatinya," beber Muzakkir.

Mengurangi aliran air yang meluap dari anak Sungai Tabalong, lanjutnya, warga gotong-royong dan swadaya melakukan penanganan sementara.

Baca juga: Ludeskan Rumah Pensiunan Polri, Ini Dugaan Pemicu Kebakaran di HSU Kalsel

Baca juga: Kebakaran di Desa Marindi Kabupaten Tabalong Kalsel, 6 Bangunan Terjilat Api

Mereka meletakkan pasir yang dimasukkan ke dalam karung, kemudian digeser di pinggir jalan untuk menahan air sungai.

"Sudah beberapa kali dilakukan perbaikan sementara oleh warga. Sebab, selama 3 tahun terakhir puncak musim hujan, menyebabkan luapan sungai yang cukup deras dan merusak penghalanga air yang telah dibuat oleh warga," imbuhnya.

Dirinya berharap perbaikan bisa segera dilakukan, selain diperbaiki jalan juga bisa ditinggikan agar sekaligus sebagai penahan air. 

Sementara itu, pemkab hsu melalui Dinas PUPR Kabupaten HSU sempat berupaya untuk melakukan perbaikan dengan melakukan pembangunan siring.

Namun pada 2021, pembangunan gagal dilakukan karena terkendala dengan debit air sungai yang yang tinggi.

Baca juga: Jelang Ramadan 1443 H, Harga Sembako di HSU Kalsel Naik, Bawang Merah Meroket Jadi Rp 40 Ribu

Baca juga: Isu Mogok, 3 Kapal Pengangkut Kontainer Dijadwalkan Bongkar Muat di TPK Banjarmasin Hari Ini

Hal ini disampaikan Kepala Desa Telaga Silaba, Rizal Zahadi, bahwa sempat akan dilakukan perbaikan Jalan Rusak itu yang terdapat di perbatasan dengan Desa Padang Tanggul

"Sempat mau dicor, namun air sungai tinggi. Beberapa material bangunan ada di Kantor Desa Padang Tanggul," ungkapnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved