Kriminalitas Kalsel

Ribuan Kayu Log dan Olahan Ilegal Diamankan Dit Polairud Polda Kalsel, Satu Tersangka Oknum Polisi

Direktorat Polairud Polda Kalsel berhasil menggagalkan pengiriman ribuan potong kayu olahan dan ratusan batang kayu log ilegal

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Barang bukti ribuan batang kayu dan keempat tersangka dihadirkan pada Konferensi pers pengungkapan kasus Perkara Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan di Markas Dit Polairud 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Direktorat Polairud Polda Kalsel berhasil menggagalkan pengiriman ribuan potong kayu olahan dan ratusan batang kayu log ilegal tanpa dokumen dan dengan dokumen palsu di Sungai Barito, Provinsi Kalsel.

Sebanyak 5.370 potong kayu olahan dengan volume 76,43 meter kubik dan 245 batang kayu log dengan volume 35,89 meter kubik diamankan dan dilingkari garis Polisi sebagai barang bukti.

Selain itu, dua kapal pengangkut kayu-kayu tersebut yaitu KM Berkat Rahim dan KM Abdurrahman 11 yang juga diamankan serta dipasangi garis Polisi.

Kedua kapal tersebut kini ditambatkan di Dermaga Pesut Markas Polairud Polda Kalsel, Jalan Teluk Tiram Darat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel.

Baca juga: W20 di Banjarmasin, Ratusan Peserta Bakal Kunjungi Pulau Curiak di Batola

Baca juga: Belum Diserahterimakan ke Pemko Banjarmasin, Tulisan di Kawasan RK3 Kelayan Barat Ada yang Hilang

Sejumlah barang bukti ini ditunjukkan dalam Konferensi Pers Perkara Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan di Markas Dit Polairud Polda Kalsel, Jumat (18/3/2022).

Konferensi pers dipimpin oleh Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Mochamad Rifa’i bersama Direktur Polairud Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete didampingi jajaran.

"Dari penindakan ini ada empat tersangka diamankan, termasuk nahkoda kapal," kata Kombes Rifa’i.

Kombes Takdir mengatakan, keempat tersangka yang juga dihadirkan dalam konferensi pers ini sebelumnya diamankan dari dua kapal terpisah pada Senin (7/3/2022).

Tersangka inisial W (35) merupakan nahkoda KM Abdurrahman 11 pengangkut 5.370 potong kayu olahan jenis kayu jingah, tarap, tiwadak banyu dan terantang dengan dokumen palsu.

Tersangka inisial AJ (42) dan P (21) merupakan awak KM Berkat Rahim pengangkut 245 batang kayu log jenis meranti, bintangur, terantang dan jambon, sedangkan tersangka inisial A (42) merupakan pemilik kayu log tanpa dokumen.

Mirisnya, tersangka A rupanya merupakan oknum anggota Polri aktif.

Keempat tersangka kata Kombes Takdir masih diperiksa intensif di Dit Polairud Polda Kalsel untuk penyidikan lebih lanjut.

Kedua kapal pengangkut kayu ilegal dengan taksiran nilai Rp 180 juta tersebut diamankan di kawasan perairan Alalak, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, Senin (7/3/2022).

Dari pendalaman Polisi diketahui kayu-kayu tersebut berasal dari kawasan perbatasan antara Provinsi Kalsel dan Kalteng dengan tujuan pengiriman ke Kota Banjarmasin.

Baca juga: Razia Vaksin di THM Tapin, Petugas Dapati Banyak Pekerja Belum Divaksin

Baca juga: Naik Perahu Menuju Masjid untuk Salat Jumat, Warga Desa Kayakah HSU Tercebur dan Tenggelam

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved