Breaking News:

Kampusiana

Gandeng Cipayung Plus, BEM FH Uniska Bahas Problematika Kasus Kekerasan Seksual dalam Seminar

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Uniska, menilai saat ini telah marak terjadi kasus pelecehan seksual.

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
BEM FH Uniska untuk Bpost
Pembukaan kegiatan seminar membahas soal kasus kekerasan seksual, oleh BEM FH Uniska bersama Cipayung Plus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Uniska, menilai saat ini telah marak terjadi kasus pelecehan seksual.

Sehingga pihaknya menggelar kegiatan seminar, membahas problematika kekerasan seksual di Indonesia.

Dalam seminar tersebut juga dibahas soal, Rancangan Undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

"Karena memang ini tema atau isu yang sedang panas, terlebih di daerah kita sendiri, jadi bagaimana kekerasan tindakan seksual sendiri dan bagaimana mengenai tentang RUU PKS ini yang sudah lama tidak terbahas," Kata Ketua BEM FH UNISKA Aminullah, Kamis (24/3/2022).

Baca juga: Ikuti Bazar Kewirausahaan Uniska 2022, Mahasiswa Senang Bisa Kembali Melakukan Kegiatan di Kampus

Baca juga: Bazar Kewirausahaan Uniska Kalimantan Sekatan Akan Jadi Agenda Kegiatan Rutin

Sementara itu, Dekan FH Uniska Dr Afif Khalid, menyambut baik adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa tersebut.

"Selain hanya dukungan moral kami pastinya juga membantu melalui material, karena saya tegaskan kami hanya ingin mengembalikan marwah kemahasiswaan kepada intelektual," ujarnya.

Disamping itu Afif juga berkomitmen untuk memdukung mahasiswa dalam melakukan kegiatan, khususnya yang bertujuan membangun intelektual mahasiswa.

Hal ini, menurutnya tidak lepas dari Tridarma Perguruan Tinggi, karena dalam proses menuntut ilmu tidak harus berada di dalam kelas.

Baca juga: PT Dharma Lautan Banjarmasin Beri Potongan 30 Persen bagi Penumpang Kapal yang Mudik Awal Ramadan

Baca juga: Kasus Pengedar Sabu Tanahbumbu, BNNK Tanahlaut Lacak Keterlibatan Pihak Lain

"Insya allah kalau memang ada kesempatan, kami akan mendatangkan Ketua KY, Ketua Peradi Pusat, Bawaslu RI, dan Ketua Mahkamah Konstitusi atau Ketua Mahkamah Agung," ungkapnya.

Seminar bertajuk Somposium Intelektual ini ber tema 'Quo Vadis Problematika Kekerasan Seksual di Indonesia'.

Terselenggara berkat kerjasama antara BEM FH Uniska dengan sejumlah organisasi eksternal, yang tergabung dalam Cipayung Plus.

( Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved