Ekonomi dan Bisnis
Harga Tepung di Pasaran Naik, Ternyata Pemicunya di Bulog Kalsel
Untuk tepung sekitar dua bulan naik terus. Naiknya meroket, dari Rp 7000 sekarang naik menjadi 8.500. per kilogram
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
BANJARMASINPOST.CO,ID, BANJARBARU - Sejumlah komoditas bahan pokok di pasar harganya naik. Begitupula dengan harga tepung,
Misal di Toko Khair, di pasar Bauntung Banjarbaru misalnya. Komoditas tepung di toko setempat naik sebesar Rp 1.500.
"Untuk tepung sekitar dua bulan naik terus. Naiknya meroket. Dari Rp 7000 sekarang naik menjadi 8.500. per kilogram," jelasnya.
Naiknya harga tepung di pasaran ini, agaknya tak lepas dari kosongnya stok di Bulog.
Baca juga: Bahan Baku Naik, Ayam Goreng Tepung di Banjarbaru Naik Seribu Rupiah
Baca juga: Tepung Ikuti Kenaikan Harga Gula, Pembuat Kue di Banjarbaru Sebut Berencana Naikkan Harga
Baca juga: Harganya Melonjak di Pasaran, Stok Minyak Goreng di Bulog Kalsel Tersisa 1.000 Liter
Kepala Devisi Regional Bulog Kalsel, Imron Rosyidi, Senin (28/3/2022) membenarkan, stok tepung tengah kosong.
"Update stok per hari ini, untuk beras sebanyak 9.800 ton, untuk gula 15 ton. Namun untuk gula ini rencana
datang (april) sebanyak 175 ton. Untuk minyak goreng tersedia 6.000 liter. Untuk daging kerbau sebanyak 18 ton. Untuk tepung trigu kosong," urainya.
Berdasarkan data, beberapa jenis pangan berdasarkan Prognosa Neraca Pangan mengalami surflus, seperti beras, jagung, cabe merah, cabe rawit, daging unggas dan telur ayam.
Pertama untuk ketersediaan setahun untuk beras sebesar 724.743 ton dan kebutuhan sebesar 358.810 ton.
Kedua, untuk Ketersediaan setahun untuk jagung sebesar 24.037 ton dan kebutuhan 4.807 ton.
Ketiga, Ketersediaan setahun untuk cabe merah sebesar 53.384 ton dan kebutuhan 6.556 ton.
Keempat, Ketersediaan setahun cabe rawit sebesar 65.875 ton dan kebutuhan sebesar 6.585 ton
Kelima, Ketersediaan setahun daging unggas sebesar 68.222 ton dan kebutuhan sebesar 38.022 ton.
Keenam, Ketersediaan setahun telur ayam ras sebesar 156.023 ton dan kebutuhan 31.117 ton.
Selain mengalami surplus pada jenis tertentu, namun jenis pangan lainnya mengalami defisit. Jenis pangan yang mengalami defisit adalah bawang merah, bawang putih, daging sapi, gula pasir dan minyak goreng.
Bawang merah, ketersediaan 306 ton dengan kebutuhan 11.407 ton sehingga defisit 11.101 ton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pembuat-kue-kering-di-landasan-ulin-kota-banjarbaru-yuliana-selasa-18012022.jpg)