Ramadhan 2022

Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan 2022 Ada di Sini, Ustadz Adi Hidayat Juga Jelaskan Adab Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa untuk Ramadhan 2022. Simak Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan di sini. Juga penjelasan Ustadz Adi Hidayat soal adab buka puasa.

Tayang:
Penulis: Mariana | Editor: Murhan
SHUTTERSTOCK/Odua Images
Ilustrasi buka puasa bersama. Simak Doa Buka Puasa Ramadhan 2022. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebentar lagi waktu berbuka puasa untuk Ramadhan 2022. Simak Bacaan Doa Buka Puasa Ramadhan di sini. Juga penjelasan Ustadz Adi Hidayat soal adab buka puasa.

Hari pertama puasa Ramadhan 1443 H telah dijalani. Buka puasa pun akan dijalani.

Pada saat berbuka puasa, disunnahkan menyegerakannya sesuai hadist Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Silahkan Download Link di Sini Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 2022 di 35 Kota Indonesia

Baca juga: Bacaan Niat dan Panduan Shalat Tarawih Juga Doa Kamilin di Ramadhan 2022, Buya Yahya Jelaskan Ini

Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa

1. Dicintai Allah Orang yang menyegerakan berbuka puasa dicintai Allah SWT.

Hal ini sesuai hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Ra.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "يَقُولُ اللَّهُ، عَزَّ وَجَلَّ: إِنَّ أَحَبَّ عِبَادِي إِلِيَّ أعجلُهم فِطْرًا".

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw. yang bersabda: Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang yang paling Aku cintai di antara hamba-hamba-Ku ialah orang yang paling segera berbuka."

2. Berada dalam Kebaikan Keutamaan kedua menyegerakan berbuka puasa yakni orang tersebut berada dalam kebaikan.

Dalam hadits diriwayatkan dari Sahl ibnu Sa'd As-Sa'idi r.a., disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

"لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ"

Artinya: Orang-orang masih tetap dalam keadaan baik selagi mereka menyegerakan berbuka. (Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).

3. Sunnah Nabi SAW Keutamaan berikut menyegerakan berbuka puasa yakni mengikuti sunnah Rasulullah SAW meski hanya dengan minum air.

Dari Anas RA. Berkata bahwa Rasulullah SAW berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat. Bila tidak ada maka dengan kurma. Bila tidak ada maka dengan minum air. (HR Abu Daud, Hakim dan Tirmizy)

Kesimpulan dari hadist di atas, melambatkan puasa termasuk boleh dilakukan namun sebaiknya dihindari jika tanpa sebab. Karena melambatkan buka puasa membuat pelakunya menjadi rugi yakni tidak dicintai Allah SWT, berada dalam keburukan, dan tidak mengikuti sunnah Nabi SAW.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved