Berita Banjarmasin

Menlu Janet Serukan Boikot G20, Senator Kalsel: Amerika Kurang Ajar

Senator Kalsel yang dikenal vokal dan kritis ini menilai Amerika telah mengintervensi dan mengancam kedaulatan Indonesia.

Penulis: Rendy Nicko | Editor: Eka Dinayanti
Habib Banua untuk Bpost
HABIB BANUA - Senator Kalsel Habib Abdurahman Bahasyim atau yang akrab disapa Habib Banua. -- 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Seruan boikot Forum G20 Indonesia 2022 yang dilontarkan Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen mendapat reaksi keras dari Anggota Komite I DPD RI Bidang Politik, Hukum dan Keamanan H Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim.

Senator Kalsel yang dikenal vokal dan kritis ini menilai Amerika telah mengintervensi dan mengancam kedaulatan Indonesia.

Menurut dia, seharusnya Amerika mengerti dalam hubungan internasional ada sopan santun dalam menyampaikan statement, bukan dengan mengancam dengan seruan boikot pertemuan Forum G20 Indonesia 2022.

"Amerika kurang ajar. Indonesia sebagai negara berdaulat tidak boleh diancam. Saya mendukung pemerintah dalam hal ini presiden agar jangan mau diancam dan jangan takut dengan ancaman Amerika," tegas dia, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Dugaan Rekayasa Aset Bank BCA, Habib Banua : Skandal BLBI Gate Penjarahan Uang Rakyat Besar-besaran

Baca juga: Daftar Ulang SPAN PTKIN UIN Antasari Banjarmasin Dimulai Hari ini, Ini Persyaratan Wajib Dilengkapi

Senator yang akrab disapa Habib Banua ini menilai, ancaman Amerika terkait persoalan Rusia dan Ukraina ini telah menjadi urusan PBB untuk menengahi konflik tersebut dan bukan urusan Indonesia semata.

Karena itulah Indonesia jangan mau digiring Amerika untuk ikut mengambil sikap terkait konflik Rusia dan Ukraina tersebut.

"Kita punya kepentingan nasional sendiri. Apa yang diinginkan oleh Amerika dan negara barat itu tidak perlu kita ikuti. Toh selama ini mereka juga melakukan standar ganda dengan terus membela genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina, mereka diam ketika Israel melakukan politik apartheid dan terus melakukan penjajahan di Palestina," kata dia.

Baca juga: 14 Hari Gelar Operasi Sikat Intan 2022, Personel Polres Tapin Amankan Puluhan Tersangka

Anggota Komite I DPD RI ini juga menyebutkan Indonesia perlu bersikap tegas terhadap sikap Amerika yang dinilai sudah masuk dalam ranah kedaulatan Indonesia.

Pangeran Syarif Abdurrahman juga menyebutkan bahwa Indonesia perlu menjadikan forum G20 Indonesia 2022 ini untuk menyeimbangkan kekuatan ekonomi dengan Amerika. "Kita perlu melakukan hal tersebut untuk kepentingan nasional kita," ucap dia.

(banjarmasinpost.co.id/ rendy nicko)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved