Berita Banjarmasin

Gelaran Amaliah Ramadhan untuk Warga Binaan di Rutan dan Lapas di Kalsel Ditutup

Gelaran Amaliah Ramadhan yang digelar di rutan dan juga lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di di Kalsel resmi ditutup

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
Humas Lapas Kelas IIA Banjarmasin untuk Bpost
Suasana penutupan Amaliah Ramadhan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Rabu (27/4/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gelaran Amaliah Ramadhan yang digelar di rumah tahanan (rutan) dan juga lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel) hari ini, Rabu (27/4/2022) resmi ditutup.

Penutupan program Amaliah Ramadhan ini dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Kalsel, Lilik Sujandi secara simbolis di Masjid Baabut Taqwa Lapas Kelas IIA Banjarmasin.

Kegiatan penutupan ini juga berlangsung secara virtual dan diikuti oleh rutan dan lapas yang ada di Kalsel, yang juga menggelar program ini sejak awal Ramadhan 1443 H.

Penutupan sendiri di antaranya diisi dengan melakukan buka puasa bersama, dan juga mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Kalsel, Muhammad Tamrin.

Baca juga: Peduli UMKM Kabupaten Tabalong, Lapas dan Rutan Tanjung Serahkan Gerobak untuk Jualan

Baca juga: Geledah Kamar Hunian Lapas Kotabaru, Petugas Temukan HP hingga Sendok Besi di Sel Napi Narkoba

"Alhamdulilah kita sudah melaksanakan kegiatan Amaliah Ramadhan, yang mana program ini diperuntukkan kepada warga binaan di rutan dan lapas," ujar Kepala Kemenkumham Kalsel, Lilik Sujandi.

Lilik menambahkan bahwa kegiatan Amaliah Ramadhan ini sendiri menjadi salah satu sarana untuk membina rohani warga binaan.

"Ini sebagai salah satu pendidikan agar pemahaman kerohanian warga binaan menjadi lebih memadai. Tentu nanti akan kita lanjutkan kembali dengan program pembinaan yang lebih tertata kurikulumnya," jelasnya.

Kepala Kemenag Kalsel, Muhammad Tamrin pun begitu mengapresiasi sekaligus mendukung program Amaliah Ramadhan ini.

"Kegiatan seperti ini adalah model pembinaan spritual yang menyentuh warga binaan. Saya mendukung penuh inovasi kegiatan bermakna seperti ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Herliadi menerangkan Amaliah Ramadhan diisi dengan serangkaian kegiatan keagamaan.

Baca juga: Kamar Hunian Lapas Khusus Anak Martapura Dirazia, Petugas Temukan Paku dan Botol Kaca Parfum

"Ada banyak kegiatan dilakukan setiap harinya, misalnya tadarus Alquran dilakukan setiap harinya secara bergantian dan berkelompok. Sehingga setiap harinya ada khatam Alquran juga," tutupnya.

Dalam kegiatan penutupan tersebut, turut hadir juga Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Kalsel, Sri Yuwono, serta Kepala Unit Pelaksana Teknis se-Banjar Raya dan perwakilan pejabat Administrasi Kanwil Kalsel.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved