Lebaran Idul Fitri

Cara Mandi Hari Raya Idul Fitri Menurut Ustadz Adi Hidayat

Di hari Raya Idul Fitri terdapat amalan sunnah yang sebaiknya dilaksanakan oleh umat Islam.

Penulis: Mariana | Editor: Budi Arif Rahman Hakim
BANJARMASIN POST GROUP/MAN HIDAYAT
SHALAT IED - Jemaah shalat ied memadati lapangan tenis di Kusan Hilir, Tanahbumbu 

Mengumandangkan takbir dari rumah

Di antara amalan sunnah yang telah dianjurkan Rasulullah SAW untuk dikerjakan sebelum salat Idul Fitri yaitu membaca takbir saat pergi ke lokasi salat.

Dalam suatu riwayat disebutkan:

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّرُ حَتَّى يَأْتِيَ المصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْرَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada Hari Raya Idul Fitri sambil bertakbir sampai di lapangan dan sampai salat hendak dilaksanakan. Ketika salat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 2/1/2. Hadits ini mursal dari Az-Zuhri namun memiliki penguat yang sanadnya bersambung. Lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 171. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih)

Ibnu Syihab Az-Zuhri menyatakan bahwa kaum muslimin ketika itu keluar dari rumah mereka sambil bertakbir hingga imam hadir.

"Tujuan pulang lewati jalan berbeda setelah sholat Idul Fitri ternyata untuk menyapa tetangga-tetangga yang belum disapa sebelumnya untuk meminta maaf," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Audio Dakwah.

Hal ini mengantisipasi ada tetangga non muslim yang belum disapa dan orang muslim lainnya sebagai cara silaturahmi serta meminta maaf atas kesalahan yang pernah diperbuat.

Selanjutnya, Ustadz Adi Hidayat mengatakan melewati jalan berbeda itu pun jika ada jalan alternatifnya.

Jika dilakukan hukumnya adalah sunnah dikerjakan mendapat pahala tidak sempat mengerjakan karena ada tuntutan lain tidak akan berdosa.

Maka jangan membaca terjemahan hadits "sunnah mengambil jalan berbeda setelah sholat Idul Fitri" karena ini adalah persoalan syariat.

Apabila ada orang tua yang tidak bisa berjalan jauh, itu tidak jadi masalah melewati jalan yang sama karena ada udzur.

Jika tidak bisa berputar atau tidak mengambil jalan berbeda pun tidak masalah.

Niat Salat Idul Fitri

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا/مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى  

Usholli sunnatan liidil fitri rok’ataini mustaqbilal qiblati adaan (imaman/makmuman) lillahi ta’ala

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”  

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=DiKHrWcmfSE

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved