Berita HST

Dilintasi Truk, Lantai Jembatan di Hinas Kiri HST Jebol, Warga Kesulitan Angkut Hasil Bumi

Jembatan di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu sungai Tengah, Kalimantan Selatan dilaporkan jebol bagian lantainya.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
Kades Hinas Kiri untuk banjarmasinpost
Kondisi Jembatan di desa hinas kiri Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu sungai Tengah yang jebol di bagian lantai sehingga tidak bisa dilewati mobil untuk warga mengangkut hasil kebun dan pertanian, Jumat (13/5/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Satu jembatan di Desa Hinas Kiri Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu sungai Tengah, Kalimantan Selatan dilaporkan jebol bagian lantainya pada Kamis 12 Mei 2022.

Jembatan itu jebol setelah dilintasi sebuah truk, hingga amblas.

Sebelumnya jembatan diperkirakan sudah lapuk karena usianya sendiri sudah tua.

Kepala Desa Hinas Kiri Matnor kepada banjarmasinpost.co.id Jumat (13/5/2022) akibat jebol, jembatan dengan bahan kayu tersebut di bagian lantai sebelahnya tidak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat.

Akibatnya warga setempat pun kesulitan mengangkut hasil bumi seperti karet dan hasil kebun lainnya seperti jagung serta jenis sayuran lainnya yang biasanya diangkut menggunakan mobil pick up.

Baca juga: Desa Paya Besar HST Kembali Terendam, Pambakal Sebut Banjir ke 17 Kali Sejak 2021

Baca juga: Antisiasi Hepatitis Akut, Disdik HST Mnta Sekolah dan Orang Tua Memperkuat Protokol Kesehatan

Jembatan yang rusak di desa tersebut menghubungkan Hinas Kiri ke Desa Atiran, Batu Perahu serta ibu kota Kecamatan yaitu Tandilang.

"Untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor masih bisa lewat, namun harus hati-hati. Sebab bagian lantai banyak yang sudah lapuk,"ungkap Matnor.

Bersama tokoh masyarakat Hinas Kiri, Kosim, Kades menyatakan hari ini sudah melaporkan kondisi Jembatan tersebut ke Dinas PUPR HST agar segera ditindaklanjuti dengan membangunkan jembatan baru atau rehab total.
"Alhamdulillah laporan sudah diterima dan rencananya Senin pihak Dinas PUPR akan melakukan survei ke lokasi jembatan," kata Matnor.

Baca juga: Pertemuan Nelayan Tabanio Tala dengan Kades Sempat Memanas, Tentara Berupaya Dinginkan Suasana

Baca juga: Berenang di Arus Deras, Dua Pekerja Irigasi Batulicin di Mekarsari Tanahbumbu Diduga Tenggelam

Dijelaskan meskipun masih bisa dilewati kendaraan roda dua namun dari sisi biaya transportasi akan memberatkan warga jika hasil bumi dan hasil pertanian lainnya diangkut menggunakan sepeda motor.

Selama ini warga menjual hasil kebun dan hasil pertanian tersebut ke Kota Barabai maupun Pasar Birayang dengan menggunakan pick up sehingga dari sisi biaya lebih efesien

"Semoga setelah disurvei Dinas PUPR nanti segera dilakukan perbaikan atau pembangunan jembatan baru, seperti harapan masyarakat kami,"pungkasnya.

(banjarmasinpost. co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved