Yayasan Adaro Bangun Negeri

Pesantren dari Kalimantan Selatan Belajar ke Abah Bambu Indonesia

Ustaz Ponpes Al-Islam dan komunitas Desa Gunung Riut, Kalsel, bertemu Abah Jatnika pendiri Yayasan Bambu Indonesia di Cibinong, difasilitasi YABN.

Tayang:
Editor: Alpri Widianjono
YAYASAN ADARO BANGUN NEGERI
Ustaz dari Ponpes Al-Islam Desa Kambitin serta perwakilan komunitas dari Desa Gunung Riut, Kalimantan Selatan, berkesempatan bertemu Abah Jatnika yang akrab disapa Abah Bambu, pendiri Yayasan Bambu Indonesia di Cibinong, dalam upaya budi daya bambu dan pemanfaatannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID -  

Serumpun bambu sejuta makna
Serumpun bambu sejuta manfaat
Sejuta bambu sejuta karya
Serumpun bambu sejuta pesona

“Jangan menganggap enteng bambu. Kelihatannya kurang berharga dan kedengarannya sepele, akan tetapi di Indonesia yang sering dilanda gempa, rumah dari bambu sangat bermanfaat karena tahan gempa” tutur Abah Jatnika, pendiri Yayasan Bambu Indonesia.

Abah Jatnika yang akrab disapa Abah Bambu merupakan aktivis lingkungan yang fokus terhadap pemeliharaan dan perlindungan bambu.

Beliau menerima penghargaan Kalpataru dari Presiden RI karena budi daya dan pengolahan bambu.

Beruntung sekali para ustaz dari Ponpes Al-Islam Desa Kambitin serta perwakilan komunitas dari Desa Gunung Riut, Kalimantan Selatan, berkesempatan untuk bertemu Abah Jatnika.

Yayasan Bambu Indonesia di Cibinong dalam upaya budi daya bambu dan pemanfaatannya.
Ustaz dari Ponpes Al-Islam Desa Kambitin serta perwakilan komunitas dari Desa Gunung Riut, Kalimantan Selatan, di tempat Yayasan Bambu Indonesia di Cibinong dalam upaya budi daya bambu dan pemanfaatannya.

Mereka pun menimba ilmu di Yayasan Bambu Indonesia yang berlokasi di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di sana, mereka diperkenalkan berbagai jenis bambu beserta cara penanamannya. Serta juga melakukan praktik dasar membuat meubel dari bambu berupa tangga, kursi, meja dan gazebo.

“Ada hal positif yang kami pelajari yaitu bahwa dengan pemanfaatan yang baik, maka bambu akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi,” ungkap Hamdan, ustaz Al-Islam, salah satu peserta pelatihan.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa bambu juga mengandung filosofi yang baik.

“Di saat pohon bambu ditiup angin kencang, akan merunduk. Tetapi setelah angin berlalu, akan tegak kembali. Ini laksana perjalanan hidup seorang manusia yang tak pernah lepas dari cobaan dan rintangan” tuturnya.

Mengolah bambu menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan meningkatkan perekonomian masyarakat
Mengolah bambu menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain belajar teknis penanaman dan pengolahan bambu, para peserta juga melakukan rutinitas harian bersama Abah Jatnika, dimulai dengan Salat Subuh berjamaan, tausiah oleh Abah Jatnika.

Dilanjut, senam pagi (senam hijaiyah) bersama santri dan malamnya seminar dengan berbagai tema terkait memantik kreativitas, membangun jaringan dan kewirausahaan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari, 24 – 28 Mei 2022, merupakan kegiatan yang diselenggarakan PT Adaro Indonesia dan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) berkolaborasi dengan Yayasan Bambu Indonesia.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi air khususnya di daerah sekitar operasional perusahaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved