Berita Banjarbaru

Buka Kran Hewan Ternak, Kadisbunak Kalsel Luruskan Karantina Hanya 14 Hari

Kran pengiriman hewan ternak telah dibuka. Kadisbunak Kalsel Hj Suparmi meluruskan masa karantina hanya 14 hari

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
Disbunak Kalsel untuk BPost
Kadisbunak Kalsel drh Hj Suparmi memantau ke lokasi peternakan sapi, Kamis (19/5/2022). 

BANJARMASINPOST, BANJARMASIN -  Kerja keras dilakukan Disbunak Kalsel dan tim dalam menangani  penyebaran penyakit kuku dan mulut (PMK) di Kalsel. 

"Alhamdulillah, sudah banyak yang sembuh sisa sembilan lagi, dari puluhan, yang sudah diobati," kata Kepala Disbunnak Kalsel, Suparmi. 

Dia mengakui, sebagaimana arahan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor agar cepat dan tepat melakukan langkah pengendalian oleh tim kesehatan hewan di wilayah masing-masing kabupaten bekerjasama dengan tim  kesehatan hewan provinsi berupa pengobatan, pemberian vitamin, biosekuriti yang ketat dan pengetatan lalu lintas ternak.  

Suparmi meluruskan bahwa soal karantina hanya 14 hari bukan 28 hari seperti yang dipersepsikan para pelaku usaha. 

"Yang ada 14 hari saja karantina dan sekarang dibuka kran pengiriman namun lewat karantina," jelas Suparmi. 

Baca juga: MUI Keluarkan Fatwa Ibadah Kurban di Tengah Wabah PMK, Simak Penjelasan Buya Yahya Memilih Sapi

Baca juga: Jelang Idul Adha 2022, HSU Masih Perlu Pasokan 600 Ekor Sapi Kurban

Baca juga: Lockdown Sapi Bumijaya Kabupaten Tanahlaut Berlanjut, Ini Jumlah Ternak yang Terpapar PMK

Bagaimana dengan stok daging? jika kmeudiN di pasar kurang maka Bulog Kalsel sudah mensediakan pengganti yakni dari daging kerbau. 

Dimana, Kepala Perum BULOG Kanwil Kalsel M Imron Rosyidi, untuk daging kerbau besok datang sekitar 28 ton daging. 

Imron menjelaskan secara gamblang bahwa untuk kerbau lokal atau HSU, hasil komunikasi dan pantauan harga dijelaskan harga jauh lebih mahal dari daging yang didatangkan Bulog dari India tersebut. 

"Belum lagi stock di HSU terbatas dan hanya dikonsumsi ketika ada hajatan-hajatan warga. Jadi kerbau di HSU sementara pasar terbatas di HSU dan sekitarnya," jelas Imron. 

Adapun yang dari India tersebut, harganya lebih terjangkau. Daging kerbau yang dijual merupakan daging beku yang sudah dipacking per 1 Kg dengan harga jual Rp 80.000 perkilonya.

Daging kerbau yang dijual sendiri merupakan daging impor dari India yang sudah melewati berbagai pemeriksaan di karantina maupun bea cukai setempat.

"Jadi kami pastikan daging kerbau yang kami jual aman dan sehat. Serta bebas dari penyakit, salah satunya penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak yang kini ramai diperbincangkan," tambahnya.

Baca juga: Stok 850 Ekor Sapi di Tapin Cukup hingga Iduladha, Ternak Luar Boleh Masuk dengan Syarat Ini

Sejauh ini daging beku kerbau yang dijual oleh BULOG sendiri sudah cukup mendapatkan respon positif dari pasar. Bahkan stok sebanyak 28 ton yang akan datang diperkirakan akan habis sebelum 1 bulan.

"Jadi nanti kalau habis rencana akan kita tambah lagi untuk persiapan di momen lebaran haji," timpalnya. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda). 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved