Berita Banjarmasin
VIDEO Proses Pembuatan Peralatan Rumahtangga dan Alat Pertanian Berbahan Besi
Amang Uran adalah pandai besi yang tersisa di Jl Pemurus, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, setelah beberapa pandai besi lainnya menutup usaha.
Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pandai besi adalah profesi yang sudah mulai langka.
Hanya ada beberapa orang yang menekuni pekerjaan ini di tengah modernisasi pembuatan alat kerja dan alat rumah tangga berbahan besi.
Amang Uran adalah pandai besi yang tersisa di Jl Pemurus, Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, setelah beberapa pandai besi lainnya menutup usaha.
Amang Uran yang bekerja sebagai pandai besi sejak 1977, mengawali profesi ini sebagai anak buah di tempat pandai besi.
Baca juga: VIDEO Buah Khas Kalimantan yang Enak Jadi Teman Makan
"Prosesnya panjang. Saya belajar dari nol. Setiap hari bekerja dan sekitar tiga bulan saya baru mulai paham tentang karakter bahan," ungkapnya.
Setiap bahan, lanjutnya, berbeda cara menempanya.
Paling baik adalah besi baja yang menjadi bagian dari sepeda motor maupun mobil.
Bahan baku yang bagus untuk ditempa menjadi berbagai alat kerja adalah shock breaker atau peredam kejut (berbentuk spiral) sepeda motor dan batangan per mobil angkutan (truk).
Alat kerja Amang Uran tidak sepenuhnya tradisional tapi memadukan peralatan kerja modern seperti halnya gerinda listrik dan pembakaran arang ulin yang menggunakan kipas blower.
"Order yang saya kerjakan antara lain membuat peralatan rumah tangga dan alat pertanian. Selain itu juga mempertajam pisau, parang," selorohnya sambil bekerja menempa besi.
Sebuah alat kerja contohnya parang biayanya Rp130-200 ribu, itu sudah siap pakai.
Dijamin tajam dan kuat digunakan dalam waktu lama.
Proses penempaan diawali membakar bahan baku sekitar 15 menit, kemudian dipotong-dipotong sesuai bentuk diinginkan.
Potongan besi panas itu dipukul atau ditempa dengan palu.
Setelah pipih kemudian dibentuk sedemikian rupa.