Berita Banjarbaru

Sebanyak 14 Perawat di Kalimantan Selatan Gugur Terpapar Covid-19

Pelantikan Dewan Pengurus dan Majelis Kehormatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kalimantan Selatan (PPNI Kalsel) di Banjarmasin, Sabtu (18/6).

Tayang:
Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Pelantikan Dewan Pengurus dan Majelis Kehormatan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kalimantan Selatan (PPNI Kalsel) di Kota Banjarmasin, Sabtu (18/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak pandemi Covid-19 mulai sekitar 2020 di Kalimantan Selatan,  sebanyak 50 persen perawat terpapar Covid-19.

Sementara itu, terdata pula sebanyak 14 orang perawat di Kalsel gugur, setelah terpapar virus corona tersebut.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalsel, Tantowi Y, saat pelantikan Dewan Pengurus dan Majelis Kehormatan di Kota Banjarmasin, total perawat sekitar 14 ribu orang.

"Total jumlah perawat se Kalsel ada 14.321 orang. Selama pandemi, 50 persen lebih yang terpapar Covid-19 dan sebanyak 14 orang gugur," rincinya.

Baca juga: VIDEO Eksekusi Pembongkaran Bangunan Pasar Batuah Banjarmasin Ditunda

Baca juga: Komnas HAM RI Surati Wali Kota Banjarmasin Minta Eksekusi Ditunda, Begini Respons Warga Pasar Batuah

Perawat yang gugur, mayoritas berasal dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

"Kami sudah memberikan santunan kepada mereka dari tingkat kabupaten kota, provinsi, bahkan dari pusat, termasuk dari pemerintah juga ada," ujar Ketua DPW PPNI Kalsel ini.

Saat ini jumlah perawat di Kalsel terus bertambah, seiring banyaknya yang lulus dari perguruan tinggi.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kalsel, Soeparno, mengatakan, lulusan ners sangat penting untuk ikut dalam organisasi profesi seperti PPNI demi menjamin profesinya.

Baca juga: BKD Banjarmasin Mulai Petakan Tenaga Honorer untuk Diusulkan Menjadi PPPK dan Outsourcing

Baca juga: Terima Kebijakan Penghapusan Honorer, Pemprov Kalsel Minta  Seleksi CPNS & PPPK Diserahkan ke Daerah

Terlebih di masa pandemi, ujarnya, PPNI penting dalam menjamin keamanan tenaga kesehatan khususnua perawat.

Ketua DPP PPNI Bidang Sistem Informasi dan Komunikasi, Rohman Azzam, mengatakan, posisi Kalsel secara nasional kini ada di tingkat 20 berdasarkan jumlah perawat.

"Ini adalah yang terlapor dan terdata. Saya yakin masih ada perawat yang belum terdata dan terlaporkan oleh PPNI," ujarnya.

Jumlah ners di tiap provinsi, jelas Rohman, penting. Khususnya, dalam Program Satu Desa Satu Perawat yang sudah diluncurkan di beberapa daerah di Indonesia.

Baca juga: Penipuan di Kalsel, Pecatan Polisi Tipu Korbannya di Tanahbumbu hingga Rp 125 Juta dengan Modus Ini

Baca juga: Sebelum Cabuli Korbannya yang Masih di Bawah Umur, Lelaki Kotabaru Ini Perlihatkan Video Porno

"Menyusul nantinya Kalsel juga, harus Satu Desa Satu Perawat," pungkas dia.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved