Menelusuri Gua Batubenawa HST
Wisata Kalsel - Gua Batubenawa HST Pernah Diterangi Listrik, tapi Cahaya Obor Lebih Dramatis
Di ruang Gua Batubenawa HST yang luas pengunjung bisa beristirahat di atas batu-batu yang di bawahnya senantiasa dialiri sungai berair jernih.
Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Gua Batubenawa di Desa Pagat, Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, memiliki tiga ruang luas yang bisa dijangkau cukup mudah.
Di ruang gua yang luas pengujung bisa beristirahat di atas batu-batu yang di bawahnya senantiasa dialiri sungai berair jernih.
Bisa juga mendaki dinding gua, bagi yang penasaran dengan segala isi gua.
Setiap trek yang dilewati pun bisa menjadi spot yang menarik untuk berfoto atau merekam gambar video.
Kontur batu yang unik dengan keindahan interior alami dapat dinikmati sepanjang trek dalam gua.
Bagian dalam gua pernah diberi lampu penerangan listrik PLN oleh pengelola wisata milik Pemkab HST dibawah Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata tersebut.
Baca juga: Wisata Kalsel - Gua Batubenawa HST, Terlihat Menakutkan, di dalam Suguhkan Pemandangan Cantik
Baca juga: Wisata Kalsel - Trek di Gua Batubenawa HST Menegangkan tapi Juga Mengasyikkan
Baca juga: Wisata Kalsel- Masuk Gua Batubenawa HST Wajib Dikawal Pemandu, Ada Trek Ekstrem Licin dan Berlumpur
Namun, setelah beberapa kali diterjang banjir, jaringan listriknya otomatis rusak.
Wisata Batubenawa Pagat baru dibangkitkan mulai tahun 2022 ini, di saat pandemic covid-19 mereda.
Untuk penerangan dalam gua, pihak pengelola cukup menggunakan senter, ditambah obor.
“Mengapa kami pakai obor, dalam foto dan video gambarnya lebih dramatis,” ungkap Reza Pahlifi, creator objek wisata Pagat, Batubenawa.
(banjarmasinpost.co.id/hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/Penerangan-saat-memasuki-gua-Baubenawa.jpg)