Wisata Religi di Desa Tungkaran

Wisata Religi Kalsel : Berziarah ke Makam Datu Bagul di Desa Tungkaran Martapura, Ulama dari Persia

Makam Datu Bagul juga berada di Desa Tungkaran. Datu Bagul bernama asli Syekh Aminullah bin Abdurrahman bin Ahmad. Beliau dari Persia

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Makam Datu Bagul di Desa Tungkaran, Martapura. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Masih berwisata religi di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, selanjutnya kita akan berziarah ke makam Datu Bagul.

Datu Bagul bernama asli Syekh Aminullah bin Abdurrahman bin Ahmad.

Datu Bagul berasal dari Persia (sekarang Iran) yang khusus datang merantau ke Martapura untuk berdakwah.

Menuju makam ini kita melintas jalan Desa Tungkaran arah Desa Keramat Baru.

Baca juga: Wisata Religi Kalsel - Banyak Makam Ulama & Zuriat Datu Kelampayan, Ini Jalur ke Tungkaran Martapura

Baca juga: Wisata Religi Kalsel - Berziarah ke Makam Datu Kalangkala di Desa Tungkaran

Situasi jalan cukup lengang dan di kiri kanan ada perkebunan dan pertanian warga.

Posisi makam dari tepi jalan sangat jelas, karena ada papan penunjuk arah dan depan jalan masuk ada gerbang.

Lokasi makam Datu Bagul berdekatan dengan makam Datu Bajanggut atau Syekh Umar Bin Yusup Bin Syech Abdullah Bin Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari (Datu Kelampayan).

Jadi Datu Bajanggut adalah cucu Datu Kelampayan yang juga Ikut membangun
Mesjid Al Karomah Martapura bersama Datu Landak.

Datu Bagul memang tinggal di Desa Tungkaran. Kapalnya merapat di desa yang dulunya ada danau luas dan tersambung ke sungai Martapura. 

Makam Datu Bagul adalah dulunya halaman pondokan beliau. Beliau meninggal di usia 35 tahun dan tidak memiliki istri  juga anak.

Kondisi makam terlihat bersih dan rapi. Jalan akses beraspal menuju makam.

Baca juga: Wisata Religi Kalsel - Banyak Makam Ulama & Zuriat Datu Kelampayan, Ini Jalur ke Tungkaran Martapura

Ada beberapa pedagang makanan ringan yang setiap hari mangkal di sana untuk mempermudah peziarah yang kehausan maupun mengganjal perut. 

Datu Bagul ini semasa hidup adalah salah seorang guru Datu Kelampayan. Bagaimana kisahnya, mari simak artikel berikutnya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved