Kuliner Kalsel

Jual Runtu Makanan Tradisional Berbahan Udang, Pedagang di Jorong Ini Sebut Tiap Hari Selalu Laku

Runtu makanan berbahan udang khas Tanahlaut banyak dijual pedagang di Jorong dengan harga Rp15 ribu dan Rp 10 ribu.

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Rusmini memperlihatkan runtu yang selalu tersedia di warungnya di Desa Jorong.. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Negeri ini tak cuma memiliki beragam jenis budaya atau kesenian tradisional.

Lebih dari itu juga memiliki cukup banyak jenis makanan tradisional yang masih eksis hingga sekarang.

Di antaranya yakni runtu atau ronto.

Bahan makanan berbahan udang papai (udang kecil) ini juga mudah ditemui di warung-warung yang menjual aneka ikan laut di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Deretan warung yang berada di tepi jalan raya A Yani di wilayah Desa Jorong, Kecamatan Jorong hampir seluruh pedagang setempat menjual runtu.

Baca juga: Beragam Kue Tradisional Tersedia di Taman Pasar Lawas Pelaihari, Harganya Ramah di Kantong

Baca juga: Jadi Destinasi Kuliner Khas Banjar, Pengunjung Warung Ini Diajak Rasakan Sensasi Mengucup Haliling

Memang jumlahnya tak banyak, tapi seluruh gerai dagangan mereka terlengkapi dengan runtu.

"Kalau saya sejak dulu suka runtu dan sering membeli di warung-warung tepi jalan raya di Jorong," ucap Indahwati, warga Pelaihari, Jumat (15/7/2022).

Ibu dua anak ini mengaku tiap kali bepergian ke Kintap saat beranjangsana ke rumah keluarganya, saat pulang selalu singgah di warung-warung tersebut membeli runtu.

Salah seorang pedagang oleh-oleh produk laut di Jorong, Rusmini, menuturkan penyuka runtu memang tidak begitu banyak.

Baca juga: Mobil Tenggelam di Sungai Tabalong, Pencarian Terkendala Perlengkapan untuk Menyelam

Baca juga: PLN Gaungkan Gaya Hidup Transportasi, Segera Gelar Electric Vehicle Touring di Banjarmasin

Namun tiap hari selalu laku meski kadang hanya satu atau dua botol.

"Kadang bisa juga laku hingga beberapa botol. Tidak menentu, tergantung rezeki," ucap pemilik Warung Emen, warung oleh-oleh aneka ikan laut di Jorong.

Ia menuturkan runtu terbuat dari udang papai segar yang dicampur dengan garam dan bubur.

"Penggunaannya untuk sambal. Caranya ditumis hingga masak ditambah bumbu. Nikmat sekali dihidangkan disantap saat makan," paparnya.

Runtu yang ada di warungnya ia dapatkan dari nelayan di Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap.
"Ada dua jenis ukuran botolnya, yang ukuran tanggung Rp 15 ribu dan kalau yang botol kecil hanya Rp 10 ribu," sebut Rusmini.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved