Kriminalitas Tabalong

Bikin Gaduh di Area Makam, Pria Desa Takulat Diamankan Satreskrim Polres Tabalong

Akibat ulahnya yang bikin onar di area makam,RB alias Wali Beayun (42), kini jalani proses hukum di Polres Tabalong.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
ajaran Satreskrim Polres Tabalong saat amankan pelaku RB yang bikin gaduh Makam Syekh Muhammad Nafis, Desa Binturu RT 01 Kecamatan Kelua,  Kabupaten Tabalong, 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sempat viral di media sosial dan membuat heboh karena ulahnya di Makam Syekh Muhammad Nafis, Desa Binturu RT 01 Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalsel, RB alias Wali Beayun (42), kini jalani proses hukum di Polres Tabalong.

Pria yang merupakan warga Desa Takulat, Kecamatan Kelua, Tabalong ini, diamankan petugas Satreskrim Polres Tabalong, Minggu (17/72022) malam, di kediamannya.

Informasi didapat, petugas mengamankan pelaku karena adanya laporan warga dan viralnya di medsos atas perbuatan kegaduhan yang dilakukan di Makam Syekh Muhammad Nafis.

Pelaku juga malah berulah dengan membubarkan para penziarah lainnya yang saat itu sedang berada di aula Makam Syekh Nafis, Minggu (17/7/2022) sore, sekitar pukul 16.30 wita,

Baca juga: MPLS di SMAN 1 Tanjung, BNNK Tabalong Ajak Pelajar Siaga Lawan Narkoba

Baca juga: Tingkatkan Nilai Tawar, Diskopukmperindag Tabalong Berharap Ada Koperasi Bagi Petani Karet

Laporan tersebut direspons petugas dengan cepat dan mendatangi kediaman pelaku yang diduga melakukan perbuatan mengganggu stabilitas kamtibmas di Desa Takulat, Kelua, Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, melalui Kasubsi Penmas Sihumas Aipda Irawan Yudha Pratama, Senin (18/7/2022), membenarkan telah berhasil mengamankan RB alias Wali Beayun (42) di kediamannya di Desa Takulat, Kecamatan Kelua, Tabalong.

"RB diduga melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan sehingga mengganggu kamtibmas di lokasi wisata religi di Kabupaten Tabalong umumnya, khususnya di Makam Syekh Muhammad Nafid di Desa Binturu, Kelua, Tabalong," tegasnya.

Disampaikannya, ulah pelaku ini bermula saat, MY, sedang membaca doa di makam Syekh Muhammad Nafis dan sebelumnya RB telah memarkir sepeda motornya di dalam area makam.

Usai itu pelaku RB menghampiri MY dan berbicara dengan nada marah.

Saat itu RB berucap "Kenapa ikam kada percaya kalau aku keturunan Syekh Nafis, kalo kada percaya datang ke rumah".

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved