Berita Balangan

Pilih Program Kawin Suntik, Peternak di Balangan Rajin Pantau Berahi Sapi Ternaknya

Antusias ikuti program inseminasi buatan atau kawin suntik, kini peternak sapi di Balangan rajin memantau berahi ternak sapinya

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Pekerja di kandang sapi milik H Urip di Desa Lajar, Kecamatan Lampihong, berikan makan untuk sapi di kandang, Minggu (24/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Peternak Sapi di Balangan begitu antusias mengikuti program inseminasi buatan atau kawin suntik yang kini dikembangkan Pemkab Balangan.

Peternak sapi di Desa Lajar, misalnya, yakni H Urip, ia merasa terbantu adanya program kawin suntik terhadap sapi, karena bisa memilih bibit yang akan dilahirkan.

Hanya saja kawin suntik ini katanya tidak diperuntukkan kepada betina yang belum pernah melahirkan. 

"Perkembangbiakan sapi jadi lebih efektif dengan kawin suntik, apalagi bisa memilih bibit unggul yang berbeda dari sang ibu," kata H Urip, Minggu (24/7/2022).

Baca juga: Tala Pacu Kesuksesan Inseminasi Buatan, Peternak Diminta Kenali Tanda Birahi ini

Baca juga: Cegah PMK, 100 Ternak Sapi di  Desa Wonorejo Tanbu Disuntik Vaksin

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan Perketat Keluar Masuk Ternak Sapi untuk Cegah PMK

H Urip kini rajin memperhatikan perkembangan sapi di kandangnya. Apabila ada yang sudah terlihat birahi atau menampakkan ciri ingin kawin, maka ia segera menghubungi Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan Kabupaten Balangan untuk meminta kawin suntik terhadap sapi. 

Dalam setahun kata H Urip, bisa ada tiga ekor sapi yang disuntik. Sementara jatah beranak sapi yakni sekali dalam setahun. 

Perawatan ekstra dan perhatian khusus pun diberikan kepada sapi betina yang sedang hamil. Tujuannya agar proses kelahiran sapi berjalan secara normal.

Setelah melahirkan, sapi betina sebutnya bisa kembali menampakan ciri ingin kawin. Ada batas waktu ketika sapi merasakan hal tersebut, yakni hitungan kurang lebih 17 jam. Apabila lewat, maka harus menunggu hingga masa birahi berikutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved