Breaking News:

Religi

Keutamaan Puasa Asyura Diungkap Ustadz Khalid Basalamah, Diampuni Dosa Setahun Lalu

Ustadz Khalid Basalamah mengungkapkan keutamaan puasa Asyura.Puasa Asyura dianjurkan bagi umat Islam di Bulan Muharram 1444 H.

Editor: M.Risman Noor
kanal youtube Islam Terkini
Ustadz Khalid Basalamah terangkan keutamaan bulan Muharram 

Inilah keutamaan dan menjadi pembeda dari puasa-puasa sunnah lainnya misalnya Senin Kamis, Arafah, dan lainnya yang asalnya tidak wajib, namun puasa Asyura mulanya wajib.

Selain berpuasa Asyura di bulan Muharram, kaum muslim juga dianjurkan puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram.

"Beranjak dari hadist Ibnu Abbas Ra, hari Asyura yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk puasa adalah hari yang diagungkan kaum Yahudi dan Nasrani, sementara mereka tidak sejalan dengan umat Islam, maka Nabi SAW bersabda, kalau masih hidup tahun depan kita akan ikutkan puas 10 Muharram dengan puasa 9 Muharram, hanya saja sebelum memasuki bulan Muharram tahun depannya pada saat itu, Nabi SAW wafat," terang Ustadz Khalid Basalamah.

Ia menerangkan bulan Muharram adalah bulan luar biasa, selama satu bulan umat Islam memiliki peluang besar untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Penjelasan mengenai bulan Muharram dan bulan-bulan lainnya dalam tahun Hijriyah termaktub dalam Surat At-Taubah Ayat 36.

Baca juga: Kapan Masuk 1 Muharram 1444 H ? Ustadz Adi Hidayat Ungkap Keutamaan Bulan Pertama Hijriyah

Surat At-Taubah Ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Arab-Latin: Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

"Maknanya adalah bulan di sisi Allah bagi orang-orang beriman harus dijadikan sebagai pegangan dalam hidup ada 12 bulan dalam satu tahun disebut bulan-bulan Hijriyah, secara berurutan dimulai Bulan Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadhan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah," tutur Ustadz Khalid Basalamah.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved