Selebrita

Fakta Uang Nafkah untuk Dewi Perssik Diungkap Ayah Angga Wijaya, Depe Diberi Tiap Bulan Sekali

Fakta rumah tangga Dewi Perssik dan Angga Wijaya kembali diungkap. Kali ini ayah Angga Wijaya, Dahyan Effendi yang mengungkapnya. Sentil uang nafkah.

Editor: Murhan
Grid.ID/ Corry Wenas Samosir
Dewi Perssik dan Angga Wijaya saat Grid.ID temui dikawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019). Kini fakta rumah tangga Depe diungkap ayah Angga Wijaya. 

Simak video selengkapnya: KLIK

Baca juga: Ditraktir Reino Barack Beli Perhiasan, Syahrini Pamer Gelang dan Cincin Berjejer di Tangan

Baca juga: Kondisi Ameena Picu Kekhawatiran Atta Halilintar, Putri Aurel Sampai Dibawa ke Dokter

Ketika Istri Lebih Mapan

Sudah menjadi fenomena umum wanita mengambil peran kerja dan mencari nafkah di luar rumah. Namun, penyesuaian diri pria atau wanita terhadap pergeseran pola peran ini tampaknya belum tuntas.

Banyak persoalan rumah tangga dipicu oleh kesulitan dalam penyesuaian diri ini.

Seorang suami, sebutlah namanya Didin (43 tahun), mengalami depresi karena telah lima tahun memiliki penghasilan lebih kecil daripada istrinya.

Lima tahun lalu ia manajer sebuah perusahaan ternama yang mengalami PHK akibat rasionalisasi. Saat ini, ia menjalankan modal seorang teman untuk usaha, meski belum untung.

Istrinya pegawai negeri sipil di sebuah departemen. Mereka telah menikah selama 16 tahun dan dikaruniai dua anak. Dengan penghasilan lebih kecil dari istri, Pak Didin merasa tidak berharga. Sebagai suami, ia merasa kalah pamor dan prestasi kerja dibanding istrinya.

Ia merasa malu dengan gelar kesarjanaannya. Padahal, dulu ia berprestasi di sekolah. Ia juga selalu diterima di sekolah-sekolah favorit; sewaktu SMA pernah menjadi pelajar teladan; masuk perguruan tinggi negeri terkenal melalui jalur PMDK.

Akibat lebih jauh: ia merasa minder dan tidak bergairah lagi dalam urusan seks. Baginya, istrinya bukan wanita yang lemah lembut lagi, melainkan seolah-olah wanita karier yang bertangan besi.

Ia merasa posisinya sangat lemah sehingga berpikir bahwa sewaktu-waktu istrinya bisa saja meninggalkan dia. Karena depresi dan lelah pikiran, ia sempat beberapa kali tidak pulang dan tidur di tempat kerja dengan alasan banyak pekerjaan.

Mengakhiri ceritanya yang sangat runtut, menunjukkan kecerdasannya, Pak Didin bertanya: Bagaimana caranya agar tidak selalu merasa tertekan dengan kesuksesan dan kemampuan istri serta pikiran-pikiran negatif lainnya?

Ia juga bertanya, ”Apa yang salah dengan diri saya sebenarnya? Bagaimana saya harus memandang dan menyikapi kenyataan hidup seperti ini?”

Analisis

Pak Didin mungkin tidak sendirian menghadapi persoalan semacam ini. Hal ini mengingat bahwa banyak konflik suami-istri terjadi karena persoalan serupa, bahkan telah mengakibatkan perceraian.

Untunglah Pak Didin cukup bijaksana dengan menyadari bahwa berbagai pikiran dan perasaan negatif dalam dirinya itu bukanlah kenyataan, melainkan pikiran subyektifnya yang sulit dikendalikan. Dengan demikian, akan lebih mudah baginya untuk menjadi lebih obyektif dan membawa pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan itu ke arah positif.

Halaman
1234
Sumber: TribunNewsmaker
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved