Berita HSS

RSUD Hasan Basry Jadi Rumah Sakit Pendidikan, Bupati HSS Inginkan Pelayanan Tetap Nomor Satu

Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry Kandangan resmi menjadi rumah sakit Pendidikan satelit untuk RSUD Ulin Banjarmasin dan Fakultas Kedokteran ULM.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: M.Risman Noor
Diskominfo HSS untuk BPost
Bupati HSS tinjau alat ST scan baru di RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN – Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry Kandangan akhirnya resmi menjadi rumah sakit Pendidikan satelit untuk RSUD Ulin Banjarmasin dan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat.

Ini berarti Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry Kandangan sudah menjadi rumah sakit pendidikan satelit kedua. Rumah sakit pertama yakni Rumah Sakit Anshari Saleh Banjarmasin.

Sebenarnya ada empat rumah sakit yang dicanangkan sebagai rumah sakit pendidikan satelit.

Hanya saja, baru dua yang sudah diakui oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Diantaranya Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry Kandangan dan Rumah Sakit Anshari Saleh Banjarmasin. Sedangkan dua lainnya yakni Rumah Sakit Idaman Banjarbaru dan Rumah Sakit Ratu Zaleha di Martapura.

Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry sudah mendapatkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1310/2022.

Direktur Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry Kandangan, dr Rasyidah menyebutkan, surat keputusan ini penting. Sehingga, ada acuan dan regulasi terhadap rumah sakit sebagai rumah sakit pendidikan.

Selain itu, untuk menjadi rumah sakit pendidikan satelit, prosesnya Panjang. Bahkan, pencanangan rumah sakit ini sebagai rumah sakit pendidikan sudah sejak 2016 lalu.

Disebutkannya, pada 2016 lalu dimulai dari Rumah Sakit Brigjen Hasan Basry mendapat Predikat Akreditasi Paripurna. Kemudian, Bupati HSS mendukung penuh Rumah Sakit  Kandangan  bergerak menuju RS Pendidikan dan RS Syariah.

Pada 2017, disebutkan Rasyidah, pihaknya melaksanakan diskusi panel di Hotel Grand Dafam Banjarbaru tentang RS Pendidikan dengan mengundang Dr Mashyudi dari RSI Sultan Agung Semarang yang merupakan RS tipe B pendidikan sekaligus RS syariah pertama di Indonesia.

Kemudian, dilanjutkan dengan melaksanakan studi banding ke RSI Sultan Agung Semarang sebagai tindak lanjut terhadap keinginan menjadi RS Pendidikan dan RS Syariah yang dicetus pada tahun 2016.

Pada 2018, persiapan RSUD Hasan Basry menjadi RS jejaring dari FK ULM dan RS Pendidikan Utama RSUD Ulin Banjarmasin. Kemudian, In House Training Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen luar biasa di lingkungan Rumah Sakit Brigjen H Hasan Basry.

Kemudian pada 2019, Visitasi Tim Komkordik Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat dan RSUD Ulin Banjarmasin ke Rumah Sakit Brigjend H  Hasan Basry sebagai RS jejaring.

Selain itu juga, pembelajaran ke RSUD Ulin sebagai persiapan untuk pengajuan menjadi RS Pendidikan satelit.

Pada 2020, pengajuan untuk mejadi RS Pendidikan satelit dengan memenuhi standar-standar yang telah ditentukan. Namun karena adanya wabah Covid-19 sesuai Surat Edaran Nomor Hk.02.01/Menkes/455/2020, maka proses pengajuan ditunda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved