Bisnis

Apindo Kalsel Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi, Supriadi : Tunggu Ekonomi Pulih Pascapandemi

Apindo Kalsel berharap pemerintah menunda sampai ekonomi benar-benar sudah pulih dari keterpurukan dampak pandemi.

Penulis: Milna Sari | Editor: M.Risman Noor
Banjarmasinpost.co.id/dok pribadi
Ketua Asosisasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel DR H Supriadi, S.PD, MM (tengah) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, pertalite, tampaknya tak bisa dihindari. Meskipun hingga Rabu (24/8) malam, pemerintah masih menggelar rapat terkait penanganan BBM bersubsidi itu.

Adapun rapat terkait BBM itu sebagai imbas dari melonjaknya harga minyak mentah di pasar dunia.

Tak hanya soal harga pertalite, rapat setingkat menteri tersebut juga membahas alternatif yang akan diambil pemerintah terhadap BBM bersubsidi lainnya yakni solar.

Ketua APINDO Kalsel, Supriadi saat dihubungi Kamis (25/8/2022) mengatakan saat ini ekonomi di Kalimantan Selatan khususnya baru bangkit pasca pandemi.

Sektor ukm baru juga mulai menggeliat dan mulai bergerak dan mulai recovery. Dengan kenaikan BBM ujarnya dipastikan akan berdampak pada sektor transportasi dan biaya produksi yang akan mengikuti dampak kenaikan bbm.

Baca juga: Ketua DPRD Kalsel Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Tampakang Kabupaten HSU

Baca juga: Lowongan Perusahaan Sawit Hingga Tambang Tersedia pada Jobfair di SMK-PP Negeri Banjarbaru

"APINDO berharap pemerintah menunda sampai ekonomi bener- bener sudah pulih dari keterpurukan dampak pandemi," ujarnya.

Sementara itu DPR RI melalui Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto, telah memberikan lampu hijau kenaikan harga pertalite menjadi Rp 10.000 per liter. Harga ini dinilai masih di bawah harga keekonomian sebesar Rp 17.000 per liter.

Sementara itu, di tengah tarik ulur kenaikan harga BBM ini, sejumlah angkutan usaha mengeluhkan operasional yang terhambat karena sulit mendapatkan BBM. Hal ini secara tidak langsung berdampak pula pada harga sejumlah komoditas. Seperti sembako dan bahan bangunan. Informasi di lapangan harga semen saat ini melonjak drastis hampir 2 kali lipat. (Banjarmasinpost.co.id / Milna)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved