Ekonomi dan Bisnis

Suku Cadang Bekas Masih Ramai Dibeli, Pelanggan Biasa Berburu di Kawasan Pasar Baru Banjarmasin

Penjual suku cadang bekas untuk motor di Pasar Pagi, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalsel, harga Rp 100-Rp 200 ribu.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Suku cadang motor bekas yang dijual di kawasan Pasar Pagi, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suku cadang atau sparepart alias onderdil sepeda motor bekas ternyata masih banyak dicari masyarakat. Terbukti para pedagang suku cadang bekas selalu ramai pembeli.

Salah satu tempat mencari suku cadang bekas antara lain di kawasan Pasar Baru Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Setiap Minggu pagi kawasan tersebut ramai pedagang yang buka lapak di jalanan dengan aneka barang yang dijual, termasuk barang bekas.

Menurut Hasan, salah seorang pedagang suku cadang bekas, umumnya yang dijual adalah suku cadang sepeda motor produksi tahun 70, 80, 90-an.

Baca juga: Tribunjualbeli.com Luncurkan Fitur Baru, Permudah Transaksi Jual Beli Barang Bekas

Baca juga: Berdiri Dua Dekade Lebih, Toko Barata Banjarmasin Masih Bertahan dengan Konsep Toserba

Baca juga: Harga Telur Ayam di Banjarmasin Rp 33 Ribu, Pengrajin Kue Ini Berharap Pemerintah Segera Mengatasi

"Tapi ada juga yang keluaran tahun 2000-an ke atas, tapi khusus suku cadang sepeda motor bukan injeksi," terangnya.

Suku cadang sepeda motor jadul yang dijual macam Honda 70, Honda CB, Suzuki A100, Yamaha Alfa dan lainnya. Ada tangki, shockbreaker, stang, pedal dan sebagainya.

"Harganya mulai Rp 100-200 ribu saja. Biasanya yang membeli adalah kalangan komunitas pengguna sepeda motor jadul," jelasnya.

Selain di kawasan pasar tersebut, setiap hari Hasan juga berjualan di depan rumahnya di kawasan Jalan Pekauman, Gang Nilam, Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Baca juga: Kebakaran di Bedakan Jalan Jafri Zamzam Kota Banjarmasin, Api Cepat Padam

Baca juga: Harga BBM Senin 29 Agustus 2022 di SPBU Seluruh Indonesia, Pertalite , Pertamax, Hingga Dexlite

Baca juga: NEWS UPDATE - Kemenhub Kembali Tunda Rencana Kenaikan Tarif Ojek Online 

Adapun suku cadang bekas tersebut didapat Hasan dari sepeda motor bekas yang kondisi mesinnya sudah tak bisa hidup sehingga harganya murah.

"Beli sepeda motor jadul dan dilepas semua bagian atau sparepart-nya. Pokoknya sepeda mogok itu dibongkar habis. Walau mesinnya sudah tak bisa hidup, tapi sepeda motor itu banyak banyak suku cadang yang bisa dijual," seloroh Hasan.

( Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved