Berita Kriminal

Kunker Komisi III DPR RI, Minta Penjelasan Kapolda Kalsel Soal Meninggalnya 2 Tersangka Narkoba

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) memyambangi Mako Polda Kalsel di Banjarmasin, Jumat (2/9/2022).

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Polda Kalsel, Pangeran Khairul Saleh 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Melaksanakan fungsi pengawasannya, rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) memyambangi Mako Polda Kalsel di Banjarmasin, Jumat (2/9/2022).

Dipimpin Ketua Tim, Pangeran Khairul Saleh dan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond Junaidi Mahesa, rombongan Anggota Komisi III DPR RI tiba di Mako Polda Kalsel sekitar pukul 16.15 Wita.

Mereka disambut Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto dan Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono bersama seluruh jajaran Pejabat Utama Polda Kalsel.

Dalam agenda Kunjungan Kerja Spesifik ke Polda Kalsel kali ini, rombongan Komisi III DPR RI meminta penjelasan kepada Kapolda Kalsel terkait peristiwa dugaan kekerasan menyebabkan tersangka kasus narkoba meninggal dunia.

Baca juga: KalselPedia: Profil Kasat Lantas Polres Tapin, AKP Risda Idfira

Baca juga: HEBOH BANGET -  Banyak Motor Mogok, SPBU di Banyuwangi Ditutup Polisi

Dua peristiwa itu yakni meninggalnya tersangka kasus narkoba bernama Sarijan (60) yang meninggal dunia pada Kamis (30/12/2021) di Kabupaten Banjar dan Subhan (31) yang meninggal dunia pada Jumat (10/6/2022) di Banjarmasin.

Dua peristiwa tersebut menyeret nama sejumlah oknum Anggota Polri yakni yang bertugas di Satresnarkoba Polres Banjar dan Satresnarkoba Polresta Banjarmasin.

Ditemui pasca pertemuan tertutup dengan Kapolda Kalsel dan jajaran, Pangeran Khairul Saleh menyebut telah mendapatkan penjelasan rinci terkait dua peristiwa tersebut.

"Yaitu pertama kasus Sarijan yang tewas di Kabupaten Banjar, Sarijan diduga pengedar sabu-sabu. Oleh Pak Kapolda dijelaskan, Sarijan melakukan perlawanan dan membahayakan aparat," ujar Pangeran Khairul Saleh.

"Terkait Subhan tahanan di Polres Kota Banjarmasin juga sudah disampaikan Kapolda dan yang bersangkutan melawan. Aparat yang diduga melakukan pelanggaran sudah diadili," lanjutnya.

Meski demikian, Pangeran Khairul Saleh meminta kepada Kapolda Kalsel dan jajaran agar tetap profesional dalam melakukan penegakan hukum termasuk jika ada oknum anggotanya yang terbukti menyalahi prosedur.

"Apabila ada mereka yang melanggar SOP kami meminta Kapolda jangan sungkan dan ragu melakukan tindakan atau hukuman (bagi) yang melanggar atau melampaui batas maupun melakukan tindak kekerasan," ujar Pangeran Khairul Saleh.

Kepada awak media, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto juga menyampaikan penjelasan terkait dua peristiwa tersebut.

Ia menekankan bahwa meninggalnya almarhum Sarijan dan almarhum Subhan tentu bukan merupakan suatu hal yang diinginkan oleh Kepolisian.

Dipaparkan Kapolda Kalsel, Sarijan yang sejak Tahun 2021 namanya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) memang melakukan perlawanan ketika petugas tengah melakukan upaya penegakan hukum untuk menangkapnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved